Serangan di Riyadh Bikin Penerbangan Asia Terganggu, Ini Daftar Bandara Terdampak

Dalam laporan terbaru FlightAware mencatat 736 penerbangan dibatalkan dan 3.448 penerbangan mengalami keterlambatan

JEDDAH (wartadigital.id) – Gelombang pembatalan dan keterlambatan penerbangan melanda sejumlah negara Asia di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan penerbangan menyusul laporan serangan terhadap infrastruktur penerbangan Arab Saudi.

Data yang dihimpun dalam laporan terbaru FlightAware mencatat 736 penerbangan dibatalkan dan 3.448 penerbangan mengalami keterlambatan.

Bacaan Lainnya

Gangguan tersebut terjadi di sejumlah kota, antara lain Istanbul, Delhi, Jakarta, Dubai, Jeddah, dan Riyadh. Namun, angka pembatalan dan keterlambatan di masing-masing bandara berbeda-beda.

Riyadh menjadi salah satu titik yang paling terdampak dari sisi pembatalan. Bandara Internasional King Khalid mencatat 227 penerbangan dibatalkan dan 11 penerbangan mengalami keterlambatan. Sementara itu, Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah mencatat 100 pembatalan dan 196 keterlambatan.

Laporan tersebut mengaitkan meningkatnya ketidakpastian perjalanan udara regional dengan kekhawatiran keamanan setelah adanya laporan serangan dan ancaman terhadap bandara-bandara di Arab Saudi.

Di Bandara King Khalid, Riyadh, tingkat pembatalan tercatat mencapai 29 persen untuk penerbangan keberangkatan dan 32 persen untuk penerbangan kedatangan. Adapun tingkat keterlambatan tercatat 0 persen untuk keberangkatan dan 2 persen untuk kedatangan.

Di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, tingkat pembatalan mencapai 11 persen untuk keberangkatan dan 13 persen untuk kedatangan. Sementara itu, tingkat keterlambatan masing-masing tercatat 24 persen dan 25 persen.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya gangguan operasional yang tercatat di dua bandara utama Arab Saudi. Meski demikian, data yang tersedia tidak menjelaskan bahwa setiap pembatalan secara langsung disebabkan oleh serangan.

Jakarta dan Sejumlah Bandara Asia Ikut Terdampak

Gangguan penerbangan juga tercatat di Indonesia. Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, mengalami 260 keterlambatan dan 42 pembatalan penerbangan. Tingkat pembatalan tercatat 4 persen untuk keberangkatan dan 2 persen untuk kedatangan, sedangkan tingkat keterlambatan mencapai 21 persen untuk keduanya.

Di Istanbul, Turki, bandara mencatat 620 keterlambatan dan 39 pembatalan. Angka keterlambatan mencapai 48 persen untuk penerbangan keberangkatan dan 36 persen untuk kedatangan.

Bandara Internasional Indira Gandhi di Delhi, India, mencatat 343 keterlambatan dan sembilan pembatalan. Sementara itu, Bandara Chhatrapati Shivaji Maharaj di Mumbai melaporkan 170 keterlambatan dan 22 pembatalan.

Di Dubai, Uni Emirat Arab, tercatat 197 keterlambatan dan 31 pembatalan penerbangan. Bandara Antalya di Turki mencatat 211 keterlambatan dan sembilan pembatalan, sedangkan Bandara Tribhuvan di Kathmandu, Nepal, mengalami 161 keterlambatan dan 13 pembatalan.

Gangguan turut terjadi di Doha, Qatar, dengan 101 keterlambatan dan 21 pembatalan. Bandara Kempegowda di Bengaluru, India, mencatat 80 keterlambatan dan 12 pembatalan, sedangkan Bandara Sharjah di Uni Emirat Arab melaporkan 55 keterlambatan dan 10 pembatalan.

Saudia dan Turkish Airlines Catat Gangguan Tinggi

Dari sisi maskapai, Saudia mencatat 170 pembatalan penerbangan atau 31 persen, serta 110 keterlambatan atau 20 persen. Dalam daftar maskapai yang dicakup laporan, Saudia memiliki jumlah pembatalan tertinggi.

Turkish Airlines mencatat 33 pembatalan dan 561 keterlambatan. Jumlah keterlambatan tersebut menjadi yang tertinggi di antara maskapai yang tercantum dalam laporan.

Maskapai India IndiGo melaporkan 34 pembatalan dan 385 keterlambatan. China Eastern mencatat 35 pembatalan serta 273 keterlambatan, sementara Air China melaporkan 38 pembatalan dan 93 keterlambatan.

Akasa Air mencatat 29 pembatalan dan 38 keterlambatan. Batik Air melaporkan 28 pembatalan dan 62 keterlambatan, sedangkan Qatar Airways mencatat 19 pembatalan dan 89 keterlambatan.

Laporan tersebut juga menyebut IndiGo, Akasa Air, dan Air India sebagai maskapai yang dilaporkan menghentikan sementara penerbangan ke Arab Saudi hingga 17 Oktober 2026. Informasi mengenai penghentian layanan dan jadwal terbaru perlu dikonfirmasi kembali melalui kanal resmi masing-masing maskapai.

Di tengah gangguan tersebut, penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui bandara-bandara terdampak disarankan memeriksa status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.

Penumpang juga perlu menghubungi maskapai untuk menanyakan kemungkinan penjadwalan ulang, pengembalian dana, atau pilihan penerbangan alternatif. Bagi yang menggunakan penerbangan transit, status penerbangan lanjutan dan pengaturan perjalanan berikutnya perlu dikonfirmasi secara terpisah.

Informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara menjadi acuan utama untuk mengetahui perubahan jadwal. Penumpang juga disarankan menyimpan konfirmasi pemesanan, kartu naik pesawat, pemberitahuan pembatalan, serta bukti pengeluaran yang mungkin diperlukan untuk pengajuan klaim sesuai ketentuan asuransi perjalanan. khu

Pos terkait