Hacker Serang Sistem Pendingin Supermarket di Tujuh Negara Eropa, Pasokan Pangan Rusak Massal

llustrasi aktivitas hacker.

PARIS (wartadigital.id) — Gelombang serangan siber terkoordinasi melumpuhkan infrastruktur pendingin jaringan supermarket di tujuh negara Eropa dan memaksa peritel memusnahkan berton-ton stok bahan pangan setelah suhu lemari pembeku mendadak melonjak hingga 50 derajat Celsius dalam semalam. Insiden ini mengekspos kerentanan kritis rantai pasok ritel modern yang kian terintegrasi dengan teknologi digital sentral dan sistem manajemen operasional jarak jauh.

Bagi pelaku industri logistik, manajemen ritel, dan pembuat kebijakan ketahanan pangan, gangguan massal ini menandai babak baru ancaman siber terhadap fasilitas penyimpanan dingin (cold chain) yang berdampak langsung terhadap ketersediaan pasokan fisik serta menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi sektor konsumer.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian, peritel di Belgia, Estonia, Irlandia, Finlandia, Luksemburg, Belanda dan Swedia serentak melaporkan malafungsi parah pada sistem refrigerasi mereka pada Senin (2/11/2026). Sejumlah perusahaan ritel pangan di negara-negara tersebut telah mengonfirmasi bahwa anomali kenaikan suhu ekstrem hingga 50 derajat Celsius (122 derajat Fahrenheit) dipicu oleh peretasan terencana terhadap sistem kontrol pendingin mereka.

Insiden lintas negara ini merupakan pengulangan sekaligus perluasan dari pola peretasan fasilitas pendingin ritel yang sempat melanda Prancis pada bulan lalu, di mana peretasan unit penyejuk toko memicu kerusakan bahan pangan bernilai jutaan euro. Laporan BBC News mencatat bahwa gangguan sistem perangkat lunak pengatur suhu tersebut terjadi secara serempak sepanjang malam, menyebabkan produk beku dan segar mencair serta rusak sebelum gerai ritel sempat dibuka untuk operasional pagi hari. Akibat perubahan temperatur yang drastis dari suhu pembekuan standar di bawah minus 18 derajat Celsius menjadi panas ekstrem 50 derajat Celsius, puluhan gerai supermarket tidak memiliki pilihan higienis selain mengevakuasi seluruh isi rak dan gudang pendingin untuk dibuang.

Dampak langsung dari peretasan ini terekam dalam dokumentasi lapangan yang dipublikasikan oleh BBC News, yang memperlihatkan tumpukan limbah makanan segar dan beku di area pembuangan puluhan supermarket lintas negara. Seluruh komoditas daging, susu, makanan siap saji, dan sayuran beku dinyatakan tidak layak konsumsi karena telah melampaui batas toleransi keamanan pangan akibat paparan panas buatan tersebut.

Sejumlah operator ritel yang terdampak kini bekerja sama dengan otoritas keamanan siber nasional di masing-masing negara guna mengidentifikasi vektor serangan, apakah intrusi berasal dari vendor penyedia sistem manajemen energi gedung pihak ketiga atau peretasan langsung pada protokol otomasi pendingin (Internet of Things/IoT).

Hingga saat ini, para pengelola supermarket di Belgia, Belanda, Swedia, Finlandia, Irlandia, Luksemburg, dan Estonia masih berfokus melakukan pembersihan unit, memulihkan sistem kontrol suhu secara manual terisolasi, serta mengkalkulasi total kerugian inventaris dan biaya gangguan bisnis yang harus ditanggung akibat aksi peretasan tersebut. bis