
SURABAYA (wartadigital.id) – Berkebaya itu ribet, kuno? Itu dulu. Saat ini makin banyak kebaya berkonsep modern. Dipakai gak ribet, didesain modern dengan padu padan aneka kain tradisional lain, bisa dipakai dalam segala acara dan yang pasti tetap bisa tampil gaya dan elagan.
Kebaya modern inilah yang diusung Kebaya Mbok Dhe, sebuah UMKM fesyen tradisional asal Solo yang berhasil mengembangkan usahanya dari skala rumahan hingga memiliki kios sendiri di Pasar Triwindu.
“Para wanita jangan takut atau minder berkebaya. Saat ini kebaya bisa dipakai di segala suasana, tidak hanya acara tradisional, bisa ke kantor, hang out, arisan atau jadi pakaian sehari-hari. Desainnya semakin modern dan gak ribet seperti orang dulu pakai kebaya. Ayo gemar berkebaya,” kata Gusti Ian, pemilik Kebaya Mbok Dhe saat menjadi pembicara dalam talkshow BeautyFest Asia Surabaya 2026 di TP 3, Minggu (1/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Gusti Ian menceritakan awal ketertarikannya menekuni kebaya modern. Dia mengaku menyukai fesyen. Hidup dan tumbuh besar di Solo, dia terbiasa dengan budaya Jawa yang kental dalam kehidupan kesehariannya. Termasuk penggunaan kebaya tradisional dalam berbagai kegiatan.
Gusti Ian mulai menekuni dunia fesyen tradisional sejak 2007. Ia memiliki keyakinan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian masa lalu, melainkan warisan budaya yang tetap relevan dan dapat menjadi bagian dari gaya hidup perempuan masa kini.
Perjalanan membangun Kebaya Mbok Dhe tidak selalu mudah. Di awal usaha, Gusti Ian kerap menghadapi pandangan skeptis bahwa kebaya hanya diminati generasi tertentu dan semakin ditinggalkan masyarakat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk menghadirkan kebaya dengan desain yang lebih modern, sederhana, dan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional. “Mulailah saya keluarkan desain-desain kebaya yang lebih sederhana, namun tetap bisa tampil gaya tanpa meninggalkan unsur ketradisionalannya. Salah satunya inovasi kebaya kutu baru,” katanya.
Pandemi Covid-19 sempat menjadi ujian berat bagi keberlangsungan usahanya. Namun pada 2022, Gusti Ian memutuskan untuk bangkit dan membangun kembali Kebaya Mbok Dhe dengan visi yang lebih kuat. Ia ingin menghadirkan produk fesyen yang tidak hanya mengikuti tren sesaat, tetapi juga memiliki nilai budaya dan dapat digunakan dalam jangka panjang. “Kebaya-kebaya yang saya produksi bisa dipadu padankan, bahkan dengan jeans sekalipun. Lebih fresh, modern,” katanya.

Momentum kebangkitan usaha tersebut semakin terbantu setelah Gusti Ian mendapatkan akses pembiayaan dari Amartha pada 2022. Melalui dukungan modal usaha, ia dapat membeli berbagai kebutuhan penunjang bisnis.
Dukungan tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan usaha. Dari yang semula dijalankan dari rumah, Kebaya Mbok Dhe kini telah memiliki kios sendiri di Pasar Triwindu Solo. Kehadiran toko fisik membuat pelanggan lebih nyaman untuk melihat, mencoba, dan memesan kebaya secara langsung. Selain itu, Gusti Ian juga semakin aktif melayani pesanan melalui media sosial.
Seiring berkembangnya bisnis, dampak yang dihasilkan Kebaya Mbok Dhe juga semakin luas. Saat ini, Gusti Ian melibatkan delapan penjahit lokal di sekitar tempat tinggalnya untuk membantu memenuhi permintaan pelanggan yang mencapai puluhan pesanan setiap bulan.
Kepercayaan pelanggan terhadap Kebaya Mbok Dhe terus meningkat. Produk kebaya buatannya telah digunakan oleh pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, termasuk Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa. Beberapa figur publik dan artis Tanah Air juga pernah mengenakan karya Kebaya Mbok Dhe.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kebaya tetap memiliki daya tarik kuat sebagai busana yang anggun, personal, dan membanggakan identitas budaya Indonesia di tengah perkembangan industri fesyen modern.
Ruang untuk Eksplorasi Kecantikan
Untuk diketahui BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3. Setelah berlangsung di Kota Kasablanka Jakarta pada Mei lalu, festival kecantikan ini menghadirkan beragam aktivitas yang mencakup workshop kreatif, talkshow, hingga pertunjukan musik, serta partisipasi dari berbagai brand kecantikan.
Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema SHE.Action, yang menjadi bagian dari perayaan 10 tahun Popbela.com dalam menghadirkan cerita, perspektif, dan ruang berekspresi bagi perempuan Indonesia. Tema ini menyoroti pentingnya langkah nyata dalam mengembangkan potensi diri, termasuk melalui kreativitas dan pilihan hidup. Semangat tersebut menjadi konteks bagi rangkaian BeautyFest Asia Surabaya 2026 yang mempertemukan kecantikan, gaya hidup, dan eksplorasi diri dalam satu festival.
Acara ini turut diramaikan oleh berbagai brand kecantikan, di antaranya ESQA, EMINA, OMG, MAKE OVER, Buttonscarves, Wardah, Skin Theory, Skin Genius, D’SAVIOR, dan MS GLOW Beauty, serta sejumlah brand lainnya. Kehadiran berbagai brand tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal beragam produk kecantikan dan mengeksplorasi pilihan sesuai kebutuhan masing-masing. nti