
Anies Baswedan saat Salat Jumat di Masjid Al Akbar Surabaya.
JAKARTA (wartadigital.id) – Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah menyoroti sikap Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu terhadap bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan yakni Anies Baswedan.
Anies diketahui bertemu dengan ribuan relawan dan perwakilan dari partai di Koalisi Perubahan di acara Simfoni Kebangsaan di Dyandra Convention Center.
Dalam video yang beredar, Anies disambut oleh relawannya dengan penuh sesak dan bahkan diiringi dengan teriakan ‘Anies Presiden’.
Sehubungan dengan kegiatan Anies di Surabaya, Bawaslu Kota Surabaya menyebar pesan singkat tentang kegiatan politik Anies Baswedan di Masjid Al Akbar Surbaya.
“Surat Bawaslu Jatim 123/PM.00.02/K.JI-38/03/2023 Tgl 13 Maret 2023 Melarang Masjid Al-Akbar untuk politik Anies Baswedan yang melanggar aturan Pemilu,” bunyi pesan Bawaslu tersebut dikutip, Sabtu (18/3/2023).
Menanggapi hal tersebut, Geisz menyayangkan sikap Bawaslu yang mempermasalahkan orang yang hendak melakukan ibadah.
Sementara itu, Bawaslu tampak tutup mata terhadap tindakan kampanye yang dilakukan dengan menggunakan fasilitas pemerintah. “Orang Salat Jumat ke Masjid dimasalahkan. Lah itu naruh foto di tiap ATM Bank Pemerintah lu diamkan,” ujar Geisz, dikutip dari akun Twitter pribadi, Sabtu (18/3/2023).
Mantan Komisaris Ancol itu mempertanyakan urgensi wajah seorang tokoh ada di setiap ATM, sementara rakyat tetap membayar semestinya.
“Duit yg gue taruh duit gue, ada biaya bulanan, ada biaya transfer ke bank lain. Apa urusannya harus ada mukanya disitu. Itu bukannya jelas2 kampanye gunakan fasilitas negara?” cuit Geisz. new