wartadigital.id
Headline Manca

AS – Taliban Sepakat Izinkan Evakuasi Warga Sipil di Bandara Kabul Afghanistan

AFP
AS dan Taliban mencapai kesepakatan upaya evakuasi warga dari Afghanistan dapat dilanjutkan tanpa gangguan setelah sempat terjadi kekacauan di bandara.

 

KABUL  (wartadigital.id) – Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (AS) Jenderal Frank McKenzie bertemu para pemimpin senior Taliban di ibukota Qatar, Doha. Mereka mencapai kesepakatan upaya evakuasi  dari Afghanistan dapat dilanjutkan tanpa gangguan.

Pertemuan Jenderal Frank McKenzie dengan Taliban itu dilaporkan Associated Press (AP) yang mengutip seorang pejabat pertahanan secara anonim.

Situasi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul menjadi semakin kacau ketika berbagai kedutaan besar di Afghanistan ditutup, mengirim para staf kedutaan besar asing ke bandara, bergabung dengan puluhan ribu warga Afghanistan yang putus asa untuk keluar dari negara itu.

Para pejabat AS mengatakan tujuh orang tewas, termasuk beberapa orang yang bergelantungan di roda jet militer Amerika Serikat dan jatuh ke tanah saat pesawat lepas landas. Video pengamat dari tempat kejadian menunjukkan ratusan orang berlari melintasi landasan pacu, dan orang-orang duduk di atas jet penumpang, meskipun perjalanan udara sipil ditunda. Perjalanan udara di bandara itu dikurangi menjadi operasi militer.

Situasi menjadi kacau dan penuh rasa putus asa sejak Taliban menguasai Kabul pada Minggu, tanpa banyak hambatan. Taliban mengumumkan sekarang menguasai Afghanistan, 20 tahun setelah pasukan AS menyerbu negara itu setelah serangan teror 11 September 2001.

Sejauh ini, tampaknya Taliban memang menahan diri untuk mencoba mengambil alih bandara, bagian terakhir dari negara itu yang tidak berada dalam kekuasaan Taliban.

Faktanya, seorang reporter CNN di tempat kejadian mengatakan pada Senin malam di Kabul bahwa para pejuang Taliban menyediakan pengendalian massa di luar bandara, untuk memungkinkan masuknya orang-orang secara lebih tertib ke kompleks bandara.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken telah memperingatkan setiap upaya Taliban mengganggu evakuasi akan membawa pembalasan cepat. Diperkirakan ada 6.000 tentara AS di lokasi itu untuk mengamankan bandara dan membantu evakuasi warga sipil.

“Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengumumkan militer AS sekarang mengendalikan operasi di bandara, dan pejabat yang mengawasi logistik mengatakan mungkin menerbangkan sekitar 5.000 orang per hari keluar dari bandara dengan aman,” ungkap beberapa laporan.

Prioritas diberikan kepada para staf di kedutaan besar, termasuk sekitar 4.000 orang di kedutaan besar AS di Kabul, bersama dengan puluhan ribu warga Afghanistan yang membantu AS dan sekutunya selama perang 20 tahun.

Tapi warga biasa sekarang bergegas ke bandara dan analis militer yang berbicara kepada media Amerika Serikat mengatakan di beberapa titik, penerbangan militer terakhir akan lepas landas meninggalkan siapa pun yang tersisa di Afghanistan.

7 Warga Sipil Tewas

Sebelumnya dilaporkan sebanyak tujuh orang tewas saat kekacauan terjadi di bandara Kabul pada Senin (16/8/2021) ketika ribuan warga sipil mencoba melarikan diri dari Afghanistan setelah Taliban berkuasa.

Di antara warga sipil yang tewas adalah orang-orang yang bergelantungan pada pesawat angkut C-17 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) saat meluncur melintasi landasan pacu, dan mereka yang jatuh ke tanah setelah pesawat lepas landas.

Pasukan AS melepaskan tembakan peringatan ke udara saat ratusan orang berlari melintasi landasan menuju pesawat. Kerumunan orang mendorong jalan mereka menaiki tangga menuju pesawat dalam upaya putus asa untuk naik pesawat, dengan beberapa orang tergantung di pagar. Negara-negara Barat telah bergegas menerbangkan para staf diplomatik dan warganya, tetapi ada kemarahan di bandara ketika AS menghentikan penerbangan evakuasi untuk membersihkan orang-orang dari landasan.

Juru Bicara Pentagon John Kirby mengatakan pasukan AS bekerja dengan pasukan internasional untuk membersihkan bandara dan memungkinkan penerbangan evakuasi dapat dilanjutkan. Dia mengatakan beberapa ratus orang telah diterbangkan sejauh ini.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengizinkan pengerahan batalion lain ke Kabul yang akan menambah jumlah pasukan AS yang menjaga evakuasi menjadi sekitar 6.000 tentara.

Juru Bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan para pejuangnya berada dalam perintah ketat untuk tidak menyakiti siapa pun. “Kehidupan, harta benda dan kehormatan tidak ada yang akan dirugikan tetapi harus dilindungi oleh mujahidin,” papar dia.

Juru bicara kantor politik Taliban Mohammad Naeem mengatakan bentuk pemerintahan baru Afghanistan akan segera dijelaskan. Dia mengatakan Taliban tidak ingin hidup dalam isolasi dan menyerukan hubungan internasional yang damai.

Arab Saudi mendesak Taliban mematuhi “prinsip-prinsip Islam.” Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan, “Kerajaan berdiri dengan pilihan yang dibuat rakyat Afghanistan tanpa campur tangan. Arab Saudi berharap gerakan Taliban dan semua pihak Afghanistan akan bekerja menjaga keamanan, stabilitas, kehidupan dan property,” katanya. sin, riz, ap

Related posts

PLN Salurkan 12 Ton Oksigen untuk RS Rujukan Covid-19

redaksiWD

Kenali Pentingnya Risiko Keuangan, Ini Empat Alasan Milenial Perlu Perhatikan Proteksi

redaksiWD

Kemendagri Tegaskan Sertifikat Vaksinasi Belum Jadi Syarat Pembuatan KTP

redaksiWD