
Banjir bandang menerjang wilayah Malang Selatan.
MALANG (wartadigital.id) – Banjir dan tanah longsor menerjang sebagian Wilayah Malang Selatan, Senin (17/8/2022). Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa atas musibah tersebut.
Data BPBD Jatim, setidaknya ada enam kecamatan yang terdampak banjir. Meliputi Kecamatan Donomulyo, Pagak, Sumbermanjing Wetan, Tambakrejo, Tirtoyudo, Bantur dan Ampelgading.
Dari keenam kecamatan itu, banjir bandang melanda Kecamatan Tirtoyudo, tepatnya Desa Pujiarjo.
“Hujan lebat di wilayah Malang khususnya bagian selatan, mulai Minggu (16/10/2022) hingga saat ini menyebabkan banjir bandang di Desa Pujiarjo, Kecamatan Tirtoyudo,” Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa melalui keterangannya, Senin (17/10/2022).
Dalam rinciannya, di Kecamatan Donomulyo banjir merendam Desa Sumberoto dan Desa Kedung salam. Lalu di Kecamatan Pagak melanda Desa Sumbermanjing Kulon. Kemudian di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, menerjang Desa Sitiarjo dan Desa Tambakrejo. Di Kecamatan Tirtoyudo terjadi Desa Purwodadi. Kemudian di Kecamatan Bantur melanda Desa Bandungrejo, sedangkan di Kecamatan Ampel Gading menerjang Desa Lebakharjo.
“Tanah Longsor terjadi di Dusun Srimlulyono dan Dusun Sukodono, Kecamatan Dampit,” ucapnya.
Budi mengatakan belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat banjir dan longsor tersebut. Dampak kerusakan juga masih didata. “Korban nihil, dampak kerusakan masih dalam pendataan,” kata dia.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan bahwa banjir di Desa Sitiarjo saat ini kondisinya sudah mulai surut. “Untuk Sitiarjo sudah mulai surut, tapi saat ini hujan lagi. Data masih berkembang, tapi kurang lebih ada 600 keluarga yang terdampak di Sitiarjo,” ujarnya, Senin (17/10/2022) malam.
Sadono menjelaskan saat ini tidak ada tempat pengungsian yang dibuka untuk menampung warga terdampak banjir yang disebabkan adanya hujan dengan intensitas tinggi tersebut.
Warga terdampak, kata dia, sebagian besar berada di rumah keluarga atau tetangga yang lebih aman.
Sebelumnya, banjir terjadi Desa Sitiarjo akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mulai mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (15/10/2022) pukul 04.00. Tinggi muka air di Sungai Desa Kedung Banteng tercatat mengalami kenaikan hingga empat meter.
Dengan kenaikan tinggi muka air tersebut menyebabkan hilir pada Sungai Panguluran Dusun Krajan Tengah, Desa Sitiarjo meluap kurang lebih pada pukul 06.30. Luapan air itu menyebabkan rumah warga terendam hingga 1,5 meter.
Wilayah Sitiarjo merupakan salah satu area yang memiliki potensi terjadinya banjir pada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Pada pertengahan September 2022, setidaknya ada puluhan rumah di Desa Sitiarjo yang terdampak banjir akibat hujan intensitas tinggi. fik