wartadigital.id
Headline Nasional

Beber Bukti Baru, Demokrat Sebut Ada Kader Partai Lain Hadir ke KLB

Kubu AHY menyebut terdapat peserta ilegal di KLB Partai Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara. Di mana mereka yang hadir bukan DPD atau DPC Partai Demokrat, namun mantan kader hingga kader dari parpol lainnya.

JAKARTA (wartadigital.id) – Partai Demokrat membeberkan bukti baru terkait pelaksanaan KLB di Deli Serdang Sumatera Utara. Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyebut terdapat peserta ilegal di KLB itu.  Di mana mereka yang hadir bukan DPD atau DPC Partai Demokrat, namun mantan kader hingga kader dari partai politik (parpol) lainnya.

Salah satunya, ungkap Herman, adalah Edie Saputra yang mewakili Aceh.  Herman menjelaskan berdasarkan keterangan di akun Facebook Edie bahwa yang bersangkutan hadir di acara KLB abal-abal itu mewakili provinsi Aceh atas undangan panitia. “Tapi yang bersangkutan juga mengatakan tak benar bahwa yang bersangkutan akan memimpin Partai Demokrat Bireun karena yang bersangkutan sudah menjadi kader partai lain,” kata Herman dalam konferensi pers, Jumat (12/3/2021).

Dia juga menyebut ada peserta lain yang bernama Daday Hudaya yang ikut hadir di KLB. Daday, lanjut Herman, telah menjadi caleg partai lain pada Pileg 2019. Kemudian, ada peserta lain bernama Hilal dan Samad yang mewakili NTB dan disebut Herman sudah menjadi kader partai lain.

Selain itu, Herman juga mengungkit soal uang Rp 100 juta yang menjadi motif para peserta untuk hadir di KLB Deli Serdang. “Soal uang 100 juta ini juga menjadi motif dalam menarik para peserta untuk hadir di KLB abal-abal. Yang tentu ini membujuk rayu peserta untuk hadir. Dan bukan hanya sekadar uang transportasi,” ujarnya.

Dia mengatakan akan mendalami dari mana uang bagi peserta KLB Demokrat Deli Serdang itu berasal.

Herman juga mengatakan bahwa pihaknya sudah enggan untuk berdebat dengan Demokrat kubu KLB Deli Serdang. Dia menyatakan pihaknya lebih memilih menghadirkan fakta yang sah kepada publik. “Ke depan kami kurangi perdebatan, lebih baik kami hadirkan fakta sah dan berkekuatan hukum tetap,” ujar Herman.

Sementara itu, konflik antara dua kubu Demokrat kian memanas. Pada, Jumat (12/3/2021), kuasa hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Gugatan resmi ditujukan terhadap para penggerak kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang Sumatera Utara atas dugaan perbuatan melawan hukum.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat ditemui di Jakarta, Jumat (12/3/2021), mengatakan gugatan itu diserahkan langsung oleh tim kuasa hukum partai, yang jumlahnya sebanyak 13 orang. “Ini ada Pak Bambang Widjojanto, ada Bang Mehbob juga, ada Bang Muhajir, Bang Yandri Sudarso, dan ada juga anggota Komisi III (DPR RI Fraksi Partai Demokrat) Bapak Santoso,” kata Herzaky saat mengenalkan tim kuasa hukum partai ke para wartawan di kantor pusat DPP, Wisma Proklamasi, Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Di sisi lain, Demokrat kubu Moeldoko melaporkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Badan Reserse Kriminal Polri, Jumat (12/3/2021). Mereka yang melaporkan AHY ke Bareskrim Polri antara lain adalah adalah Darmizal, Ahmad Yahya, Yus Sudarso, Syofwatillah Mohzaib, hingga Franky Awom.

Putera pertama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini diduga memalsukan akta pendirian Partai Demokrat dengan memasukkan nama SBY sebagai pendiri partai. “Jadi kami hari ini akan melaporkan saudara AHY diduga kuat melakukan pemalsuan akta otentik pendirian Partai Demokrat,” kata Rusdiansyah selaku kuasa hukum di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (12/3/2021). set, bis

Related posts

Lagi, Surabaya Terima Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama

redaksiWD

Antisipasi Mudik Idul Adha, Wagub Emil Tinjau Operasi Lalu Lintas di Jembatan Suramadu

redaksiWD

Upaya Terdepan Riset dan Teknologi, ITS Peringkat Pertama Pengunggah Proposal PKM Terbanyak

redaksiWD