wartadigital.id
Headline Surabaya

Berjasa Kembangkan Pengobatan Tradisional, Prof Rin Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim

Istimewa
Prof Dr Ir Suhariningsih (kanan) ketika menerima penghargaan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

 

SURABAYA (wartadigital.id)  – Dosen Fakultas Vokasi (FV) Unair Prof Dr Ir Suhariningsih baru saja menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia dianugerahi penghargaan sebagai Pengembang Pelayanan Kesehatan Tradisional di Jawa Timur. Anugerah membanggakan itu diberikan atas jasa besarnya dalam mengembangkan pengobatan tradisional di Jawa Timur.

Diketahui, Prof Rin –sapaan karibnya- merupakan sosok penting di balik perkembangan Pendidikan Pengobat Tradisional (Battra) di Jawa Timur. Bagaimana tidak, nama Prof Rin tercatat sebagai pendiri Organisasi Profesi Battra (IPTAKI/PPTRAKI/PPTI) yang telah diakui sebagai mitra Kemenkes.

Ketua Perkumpulan Pendidikan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia (PPTKTI) itu juga merupakan perintis kerjasama Dinas Kesehatan Kota Surabaya dengan tim Dosen Battra Unair. Hubungan harmonis itu pada akhirnya memberikan sumbangan keberhasilan bagi Jawa Timur.

“Pada 2017 dan 2018 Jatim mendapatkan apresiasi dari Kemenkes sebagai pemenang Asman Toga dan Akupresur tingkat Nasional dua tahun berturut-turut,” ujar Ketua Sentra Pengembangan, Penerapan, Pengobatan, Tradisional (SP3T) Jawa Timur itu, Kamis (8/4/2021).

Sejak 2011, Prof Rin telah membuahkan banyak penelitian dan inovasi pada pengobatan empiris bersama SP3T. Beberapa hasil penelitian bahkan dirujuk sebagai pengambilan kebijakan oleh Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) Kemenkes.

Di antaranya yakni pengembangan Peralatan Tradisional (Alkestrad) Elektrostimulator (AES) dan Laserpunktur. Kedua inovasi yang digagas sejak 2001 dan 2003 itu diklaim memudahkan para Ahli maupun Pengobat Tradisional Empiris dalam praktiknya.

“Laserpunktur membantu para praktisi dalam memberikan dosis terapi. Alat ini menggunakan Laser Semikonduktor dan dilengkapi dengan dosis energi. Saat ini kami juga tengah mengembangkan Smart AES,” ungkap Prof Rin.

Bagi Prof Rin, penghargaan yang ia dapatkan merupakan titik balik perjuangannya dalam membangun dan mengembangkan Kesehatan Tradisional. Ke depan, ia bercita-cita ingin mendirikan Pendidikan Profesi hingga Pendidikan Jenjang S2 Battra. Ia berharap, mimpi tersebut dapat segera terwujud sebelum dirinya pensiun tahun depan.

“Ibarat membangun sebuah rumah, saya dan teman-teman Dosen Battra sudah membuat pondasi (Jenjang D3 Battra, Red) pada 2005. Kemudian pada 2015, kami membangun lantai dasar, yaitu Pendidikan D4 Battra. Insya Allah tahun ini akan kami wujudkan lantai dua, yaitu Pendidikan Profesi Battra,” harapnya.

Sebagai informasi, penghargaan tersebut diberikan dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2020. Setelah sempat tertunda sejak November 2020 lalu, acara penghargaan dilangsungkan di Gedung Negara Grahadi, Selasa (6/4/2021) lalu. Sejumlah tokoh penting seperti Bupati, Walikota, mitra kerja, hingga perwakilan institusi yang dianggap berjasa dalam pengembangan Jawa Timur juga menerima penghargaan. sis

Related posts

Suasana Pandemi, Penyambutan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Digelar Sederhana

redaksiWD

Siap Gelar Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Pastikan Prokes Sesuai Instruksi Pusat

redaksiWD

Nagita Hamil Anak Kedua, Rafathar Ikut Berdoa untuk Calon Adik

redaksiWD