
Pertemuan Anies Baswedan dengan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Selasa (15/11/2022).
JAKARTA (wartadigital.id) – Pertemuan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan, dengan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka menarik perhatian publik.
Menurut Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio, pertemuan ini membut panas dingin kedua kubu. Namun panas dingin yang dimaksud pria yang akrab disapa Hensat itu dalam hal yang positif.
“Ternyata gosip-gosip yang selama ini keras dihembuskan bahwa Pak Jokowi berseberangan dengan Mas Anies itu tidak terbukti setelah pertemuan dengan Pak Jokowi di Istana dan sekarang Mas Anies bertemu dengan keluarga anak tertua dari Pak Jokowi, Mas Gibran,” katanya saat berbincang, Selasa (15/11/2022).
Founder Lembaga Survei Kedai Kopi itu melanjutkan, bisa saja pertemuan Anies dan Gibran menjadi awal perpaduan antar keduanya. Pasalnya, lanjut Hensat, pertemuan Anies dan Gibran juga membawa keuntungan. Salah satunya adalah menurunkan tensi ketegangan.
“Nah untuk Mas Gibran kalau memang benar mau maju ke Jakarta, kedekatan dengan Mas Anies ini penting karena dia kan menang 57 persen. Jadi dukungan terhadap Anies Baswedan di Jakarta tinggi dan bila Gibran membuka komunikasi seperti ini sangat baik,” demikian Hensat.
Sarapan Bersama
Anies Baswedan melakukan sarapan bersama dengan Walikota Solo Gibran Rakabuming, Selasa (15/11/2022) di Hotel Novotel Solo. Mengenakan koko putih, Anies tampak santai saat menyambut kedatangan Gibran yang mengenakan koko berwarna hijau dan celana hitam. Keduanya menikmati santap pagi bersama sambil melakukan perbincangan selama hampir 40 menit.
Ditemui usai sarapan, Anies mengatakan isi obrolannya dengan Gibran hanya seputar berbagi pengalaman selama menjadi kepala daerah. “Kami senang bisa menyambut beliau (Gibran). Makan bersama, mengobrol leluasa dan banyak yang kami bincangkan. Saling sharing pengalaman karena sama-sama pernah bertugas mengelola sebuah kota. Di Jakarta itu namanya gubernur tapi sesungguhnya itu kota. Kota besar sama dengan Solo,” paparnya.
Keduanya juga sempat menyinggung soal kendaraan umum. Pengalaman Anies di Jakarta dan pengembangannya. Anies mengatakan keberadaannya di Solo untuk menghadiri Haul ke-111 Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi.
“Kami berencana menghadiri acara haul dan pagi ini senang sekali bisa bersilaturahmi dengan Pak Walikota. Alhamdulillah melihat Solo bisa rapi, bersih, dan tertib mudah-mudahan bisa terus berkembang. Tadi kami ngobrol santai saja ya Mas Gibran, tidak ada yang khusus, silaturahmi saja,” kata Anies.
Ditanya soal pembicaraan politik dengan Gibran, Anies membantah. “Tidak. Kami hanya ngobrol sana-sini,” lanjutnya.
Senada dengan Anies, Gibran mengatakan pertemuannya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut hanya membicarakan masalah transportasi umum dan permasalahan kota.
“Tidak ada (konsultasi politik). Obrolan ringan saja sambil sarapan. Kalau masalah transportasi kami bisa jadikan Jakarta sebagai contoh. Kalau di Solo banyak yang naik komuter ke Solo. Banyak yang dari Jogja naik KRL. Solo banyak agenda, kalau naik KRL ke depan harus kami perbanyak. Harus kami masifkan transportasi umum,” paparnya. rmo, kum