wartadigital.id
Ekbis

Bidik Diaspora, Jatim Ekspansi Ekspor ke Arab Saudi

Ketua DPD GPEI Jatim Isdarmawan Asrikan (kiri) berdialog dengan pembicara di sela Business Gathering bertema Peluang dan Tantangan Peningkatan Ekspor Jatim yang digelar di Hotel Elmi, Selasa (28/5/2024).

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Sempat mengalami penurunan ekspor pada tahun 2023, tahun ini Jatim bakal ekspansi ekspor ke Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya.  Produk yang akan dipacu untuk diekspor di antaranya produk makanan minum dan handycraft dengan membidik diaspora, TKI dan WNI yang tinggal di luar negeri.

Ketua DPD GPEI Jatim Isdarmawan Asrikan mengatakan selama ini tujuan ekspor Jatim adalah negara-negara tradisional seperti Amerika dan Eropa. Namun adanya gangguan eksternal faktor geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina belum selesai, ditambah penyerangan Israel ke Palestina membuat terganggunya pelayaran yang melewati Laut Merah hingga saat ini. Kapal yang berlayar di Laut Merah harus putar ke Afrika dan membuat cost pelayaran jadi mahal.

“Karena itu ekspor Jatim kami tingkatkan ke negara-negara non tradisional, misalnya Arab Saudi dan sekitarnya yang cost pelayarannya lebih murah. Ekspor ke Arab Saudi potensinya besar karena banyak TKI yang kerja atau WNI yang tinggal di sana. Mereka terbiasa mengonsumsi makanan dan produk-produk Indonesia, dan ini peluang pasar yang sangat besar karena jumlah TKI di sana juga sangat banyak,” katanya kepada sejumlah media usai Business Gathering bertema Peluang dan Tantangan  Peningkatan Ekspor Jatim yang digelar di Hotel Elmi, Selasa (28/5/2024).

Selama triwulan pertama 2024, kata Isdarmawan, melalui strategi ini kinerja ekspor Jatim menunjukkan tren positif.  Ekspor UKM Jatim ke negara non tradisional mulai meningkat.  “Ada kenaikan ekspor yang cukup signifikan dalam tiga bulan pertama tahun ini. Ini yang membuat kami optimistis kinerja ekspor Jatim akan meningkat tahun ini dan kami akan terus mencari potensi-potensi pasar baru,” katanya.

Trade Services Departement Head Transaction BSI Tjahyono Soebroto (dua dari kiri) meninjau stan pengembangan cacing dan vermikompos milik Yayasan Sabiilus Salam Surabaya, didampingi  Ketua Dewan Pembina yayasan, HR Moh Faried SH (kiri).

 

Sementara itu Trade Services Departement Head Transaction BSI Tjahyono Soebroto menegaskan komitmen BSI untuk mendukung pembiayaan  berbasis syariah bagi kalangan eksportir Jatim.  Saat ini BSI banyak membantu pembiayaan eksportir untuk koridor Timur Tengah, namun bukan berarti koridor yang lain tidak dikembangkan.

“Karena itu kami banyak kerjasama dengan Correspondent Bank (bank koresponden) global. Kami fokus dalam pengembangan permodalan dan layanan ekspor misalnya kemudahan open account, layanan transaksi LC (Letter of Credit) dan lainnya. Ada 10 segmen pengembangan yang kami bidik di antaranya mulai komersial, korporat hingga UMKM,” katanya.

Dijelaskannya alokasi pembiayaan untuk ekspor secara nasional pada tahun 2023 mencapai lebih dari Rp 1,5 triliun. Untuk tahun ini, BSI optimistis bisa meningkatkan pembiayaan hingga 25% dari tahun lalu. “Jawa Timur kami prioritaskan karena selama ini memberikan kontribusi terbesar setelah Jakarta. Karena itu Jatim masuk radar pengembangan kami,” katanya.

Untuk mendukung kinerja ekspor impor, BSI memiliki 6 Trade Service.  Secara nasional saat ini ada 6 Trade Service di Indonesia. Untuk eksportir Jatim, dilayani dari Trade Service Surabaya. Ke depannya BSI akan membuka Trade Service di kawasan Kalimantan dan Sulawesi.

Untuk memperkuat bisnis global, BSI  juga telah memiliki 1 Kantor Cabang Luar Negeri di Dubai yaitu BSI Middle East DIFC Branch  (BSI Dubai), beroperasi sejak Agustus 2023. nti

Related posts

SIG Borong 15 Penghargaan Predikat Gold pada Ajang Inovasi Internasional Beijing

redaksiWD

Merger Pelindo Bakal Pengaruhi Posisi Indonesia dalam Perdagangan Internasional

redaksiWD

Dukung Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah, Grab dan OVO Luncurkan PATRIOT

redaksiWD