wartadigital.id
Headline Sidoarjo Surabaya

Bupati Sidoarjo Instruksikan Percepatan Aliran Dana ke Desa

Istimewa
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali meneken Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2021 mengatur tentang besaran beragam dana yang akan dikucurkan ke seluruh desa di kabupaten tersebut .

SIDOARJO (wartadigital.id) – Usai dilantik, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali langsung bergerak cepat menjalankan program untuk masyarakat. Pria yang akrab dipanggil Gus Muhdlor telah meneken Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2021. Perbup tersebut mengatur tentang besaran beragam dana yang akan dikucurkan ke seluruh desa di kabupaten tersebut, mulai besaran alokasi dana desa (ADD), bagi hasil pajak daerah, bagi hasil retribusi daerah, dana desa, dan bantuan keuangan kepada desa.

”Ini komitmen kami untuk mempercepat pemulihan ekonomi, di antaranya melalui percepatan penyaluran dana ke desa, sehingga ekonomi lokal bisa cepat pula bergerak,” ujar bupati.

Setelah Perbup ini terbit, lanjut Muhdlor, secara teknis langsung ditindaklanjuti dengan mekanisme pencairan ADD maupun Dana Desa sesuai prosedur yang ada. ”Saya instruksikan semua bergerak cepat. Terkait administrasi, saya instruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk mendampingi seluruh desa agar semua urusan teknis-administratif bisa cepat beres sehingga dana bisa segera dikucurkan ke desa. Aparat desa yang merasa dipersulit Dinas, laporkan ke saya,” tegasnya.

Dalam lampiran Perbup No 8 Tahun 2021 tersebut, dijelaskan jumlah dana yang bakal diterima desa-desa di Sidoarjo, baik itu yang berasal dari ADD, bagi hasil pajak daerah, bagi hasil retribusi daerah, dana desa, dan bantuan keuangan kepada desa. Jumlahnya pun bervariatif, setiap desa ada yang menerima Rp 1,5 miliar hingga Rp 2,6 miliar. Total 322 desa seluruh Sidoarjo akan menerima Rp 600,91 miliar.

Muhdlor mengatakan, di masa pandemi Covid-19 saat ini, APBD sebagai instrumen fiskal harus mampu mendorong pergerakan ekonomi lokal. Fokus pada percepatan penyaluran dana ke desa adalah wujud nyata mengakselerasi perekonomian rakyat hingga di desa-desa. ”Jadi teorinya itu, APBD ada dua pendekatan, yaitu demand side dan supply side. Percepatan penyaluran dana ke desa adalah bentuk demand side, bagaimana kita merangsang tumbuhnya permintaan di bawah. Caranya bagaimana? Ya mengucurkan uang,” ujarnya.

Dia berharap dengan uang ratusan miliar berputar di desa, ada program-program sehingga rakyat pegang tambahan uang. Dari sana kemudian ada belanja, ada konsumsi rumah tangga, UMKM bergerak, industri bergerak, jadi multiplier effect-nya panjang. “Maka saya tidak mau menunda, setelah pelantikan langsung tanda tangan perbup-nya,” imbuhnya.

Muhdlor juga menyebut percepatan berbagai instrumen penyaluran dana ke desa juga sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pelantikan bupati/wali kota se-Jatim. ”Bu Gubernur ingin semua bergerak cepat soal penyaluran dana ke desa. Alhamdulillah, langsung kami laksanakan karena juga sesuai dengan spirit kami di Sidoarjo untuk terus membantu warga desa,” ujarnya. hdi

Related posts

Pakar Psikolog Unair Sebut Ghosting Berhubungan Erat dengan Kognitif dan Mental

redaksiWD

Sekolah Tatap Muka di Surabaya Terancam Ditunda

redaksiWD

Apple Rencana Ekspansi ke Otomotif, Pemain Otomotif Dunia Gusar

redaksiWD