wartadigital.id
Headline Manca

4 Demonstran Ditembak Mati dalam Aksi Protes Terbaru di Myanmar

Reuters
Polisi Myanmar melepaskan tembakan kepada demonstran yang menolak pemerintahan militer di berbagai kota di negara itu, yang menewaskan sedikitnya empat orang.

YANGON (wartadigital.id) – Polisi Myanmar melepaskan tembakan kepada demonstran yang menolak pemerintahan militer di berbagai kota di negara itu. Menurut para dokter dan politisi, aksi brutal polisi ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai beberapa lainnya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan sebagian besar petinggi partainya pada 1 Februari.

Kudeta yang menghentikan langkah tentatif menuju demokrasi setelah hampir 50 tahun pemerintahan militer, telah menarik ratusan ribu orang turun ke jalan dan kecaman dari negara-negara Barat.

“Myanmar seperti medan perang,” kata kardinal Katolik pertama negara mayoritas Buddha itu, Charles Maung Bo, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (28/2/2021).

Polisi melepaskan tembakan di berbagai bagian Yangon, setelah granat setrum dan gas air mata gagal membubarkan massa.

Menurut seorang dokter, yang menolak disebutkan namanya, seorang pria meninggal setelah dibawa ke rumah sakit dengan luka tembak di dada. “Polisi juga melepaskan tembakan di kota selatan Dawei, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya,” kata politisi Myanmar, Kyaw Min Htike.

Media setempat, Irrawaddy melaporkan, satu orang telah terbunuh di kota Mandalay. Sementara badan amal melaporkan dua orang tewas di pusat kota Bago. Polisi dan Dewan Militer yang berkuasa menolak berkomentar mengenai hal ini.

Indonesia Prihatin

Sementara itu Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengaku sangat prihatin dengan perkembangan situasi di Myanmar. Sejumlah demonstran dilaporkan tewas setelah polisi Myanmar melepaskan tembakan ke arah mereka.

“Indonesia sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka,” kata Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam sebuah pernyataan.

“Ucapan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam kepada korban dan keluarganya,” sambungnya, seperti dikutip dari laman Twitter Kementerian Luar Negeri, pada Minggu (28/2/2021).

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan dan menahan diri guna menghindari lebih banyak korban jatuh serta mencegah situasi tidak semakin memburuk. riz, cna, sin

Related posts

Sekolah di Kota Malang Rencanakan KBM Tatap Muka  Juli 2021

redaksiWD

Kasus Covid-19 Meroket, Arab Saudi Larang Warganya ke RI

redaksiWD

2.000 Siswa Lolos SBMPTN 2021 UNAIR

redaksiWD