wartadigital.id
Headline Surabaya

Di Kalangan Milenial, Elektabilitas Risma – Khofifah Bersaing Ketat dalam Pilgub Jatim

Rilis harsil survei riset SSC terkait Gelagat Politik Milenial Jatim di Hotel Narita Surabaya, Senin (12/4/2021).

 

SURABAYA (wartadigital.id) –  Dua Srikandi yang tak asing lagi, Tri Rismaharini dan Khofifah Indar Parawansa bersaing ketat elektabilitasnya dalam Pilgub Jatim mendatang. Yang menarik Tri Rismaharini juga diharapkan bisa bertarung ke ajang Pilpres mendatang. Bahkan nama mantan Walikota Surabaya dua periode itu elektabilitasnya paling tinggi dalam kandidat Presiden mendatang, mencapai 15%, sedangkan di bawahnya ada nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Demikian rilis harsil survei riset SSC terkait Gelagat Politik Milenial Jatim di Hotel Narita Surabaya, Senin (12/4/2021).  Survei dilakukan terhadap 1.070 responden dan digelar sejak 5-20 Maret 2021 di 38 kab/kota, sedangkan rentang usia responden 17-38 tahun.

Direktur Riset SSC Edy Marzuki mengungkap saat pihaknya menggelar survei ke kalangan milenial Jatim terdapat fakta-fakta yang unik. Top of mind Presiden pilihan kalangan milenial Jatim adalah Prabowo Subianto (8,9%), Tri Rismaharini (7,8%), Ganjar Pranowo (5%), Agus Harimurti Yudhoyono (2,5%) dan Anies Baswedan (2,1%).

“Ini artinya di benak kalangan milenial, saat ditanya nama yang mereka jagokan dan pantas untuk menjadi presiden mendatang, adalah nama-nama tersebut,” katanya kepada wartawan.

Yang menarik elektabilitas Tri Rismaharini mengungguli Prabowo Subianto dan calon presiden lainnya. Ini artinya nama Risma begitu populer di kalangan milenial Jatim.  Hasil survei elektabilitas presiden pilihan milenial Jatim yang dilakukan SSC menempatkan elektabilitas Tri Rismaharini paling tinggi (15%), disusul Prabowo Subianto (10,8%), Ganjar Pranowo (9,9%), Agus Harimurti Yudhoyono (4,2%),  Anies Baswedan (3,5%).

Nama Tri Rismaharini juga muncul dalam top of mind Gubernur Jatim pilihan milenial. Dalam survei SSC, nama Khofifah Indah Parawansa masih unggul dalam top of mind Gubernur Jatim pilihan milenial dengan mengantongi 16,2%, bersaing ketat dengan Tri Rismaharini  (15,5%), Emil Dardak (5,2%),  Saifullah Yusuf ( 4,6%) dan  Puti Guntur S (1,2%).

Edy Marzuki menyebut dengan hasil ini, milenial berharap jika Tri Rismaharini tak mengantongi tiket ke kursi Presiden, dia bisa maju ke Pilgub Jatim mendatang. “Jika ini terjadi, peluang dia untuk bersaing dengan Khofifah, atau gubernur incumbent sangat besar. Pertarungan dua Srikandi ini tentu akan sengit,” katanya.

Peneliti Senior SSC Surokim AS menjelaskan populernya nama Tri Rismaharini juga berimbas pada tingginya apresiasi kalangan milenial Jatim kepada kementerian yang dia pimpin. Hasil survei SSC menyebutkan tingkat kepuasan kalangan milenial Jatim terhadap kinerja Kementerian RI tertinggi diraih oleh Kementerian Sosial yang dikomandoi Tri Rismaharini (61,4%), disusul Kementerian Keuangan (47,9%), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (45,8%), Kementerian Pertahanan (45,5%) dan Kementerian Pendidikan (41,6%).

Dan ini juga berimbas pada kepuasan di daerah. Hasil survei SSC mendapatkan kepuasan milenial terhadap kinerja dinas-dinas Pemprov Jatim mendapatkan Dinas Sosial meraih posisi pertama (46,3%), disusul Dinas Kesehatan (43%), Dinas Pendidikan (40%), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (37%) dan Dinas Perhubungan (34,8%).

Peneliti Senior Ikhsan Rosidi menjelaskan survei ini digelar untuk memotret gerak-gerik politik generasi milenial Jatim. Survei digelar berdasarkan data dalam rentang waktu 5-20 Maret 2021. “Itu artinya hasil survei ini sangat dinamis, bisa bergerak naik turun pada saat pelaksanaan Pilgub Jatim dan Pilpres mendatang. Dan sekali lagi ini persepsi politik responden milenial, tidak mewakili Jatim secara umum atau nasional,” katanya.

Sedangkan sebaran responden dalam survei ini, kata Ikhsan, mereka yang tinggal di wilayah Arek (28%), Pandalungan (24%), Mataraman (26,6%), Pantura Barat (11,2%) dan Madura (10,2%). Sedangkan sebaran gender, laki (47,2%) dan perempuan (52,8%). Sebaran generasi yakni 30,3% untuk usia 17-24 tahun (generasi Z)  dan 69,7% untuk usia 25-38 tahun (generasi Y). ttw

Related posts

Menanti 53 Tahun, Italia Juara Piala Eropa 2020

redaksiWD

Peserta KLB Demokrat Kubu Moeldoko Buka Kartu, Diimingi Rp 100 Juta Cuma Dapat Rp 5 Juta

redaksiWD

Tantangan Revolusi Industri 4.0, Kreativitas dan Produktivitas

redaksiWD