
LUMAJANG (wartadigital.id) – Bagi tanaman tembakau, cuaca kering pada musim kemarau justru dapat menjadi bagian dari kondisi yang mendukung pertumbuhan dan kualitas hasil panen.
Di Kabupaten Lumajang, kondisi kemarau tahun ini secara umum dinilai memberikan dampak positif terhadap budidaya tembakau.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Mamiworo, mengatakan kondisi kemarau tahun ini cukup mendukung produksi sekaligus kualitas tembakau yang dihasilkan petani.
“Dampak kemarau terhadap produksi tembakau di Lumajang sangat bagus terhadap produksi dan kualitas yang dihasilkan,” ujar Mamiworo, Sabtu (19/9/2026).
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung tanaman tembakau selama musim tanam hingga memasuki masa panen. Cuaca kering yang berlangsung secara umum di wilayah sentra tembakau Lumajang turut menciptakan kondisi yang dinilai mendukung kualitas hasil produksi.
Namun, kondisi kemarau tidak dirasakan sama di seluruh wilayah.
Sebagian kecil lahan tembakau mengalami keterbatasan air sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Berdasarkan estimasi DKPP Lumajang, luas lahan yang terdampak berada di bawah 7 persen dari total lahan tembakau yang ditanam tahun ini.
“Memang ada sedikit daerah yang kekurangan air yang berdampak terhadap pertumbuhan terhambat. Estimasinya kurang dari 7 persen dari luas lahan yang ditanam saat ini,” jelasnya.
Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor cuaca tetap perlu diimbangi dengan kemampuan petani mengantisipasi kebutuhan tanaman, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.
Karena itu, dukungan terhadap petani tidak hanya diarahkan pada hasil panen, tetapi juga pada penguatan proses budidaya.
DKPP Kabupaten Lumajang memberikan dukungan melalui bantuan sarana produksi pertanian berupa pupuk dan obat-obatan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan budidaya.
Pemerintah juga mendorong penerapan inovasi teknologi dalam budidaya serta memfasilitasi kemitraan antara petani dan pelaku usaha.
Dukungan tersebut diharapkan membantu petani menghadapi variasi kondisi di lapangan sekaligus menjaga produktivitas dan kualitas tembakau.
Bagi petani, kualitas hasil panen menjadi bagian penting karena turut menentukan nilai ekonomi komoditas yang dihasilkan. Karena itu, kondisi cuaca yang mendukung perlu berjalan bersama praktik budidaya yang tepat dan pendampingan yang berkelanjutan.
Musim kemarau tahun ini pun memberikan gambaran bahwa kondisi alam dapat menjadi faktor pendukung produksi tembakau, tetapi manfaatnya tetap bergantung pada kondisi masing-masing wilayah dan kemampuan petani dalam mengelola budidaya.
Dengan kombinasi kondisi cuaca yang mendukung, inovasi teknologi, sarana produksi, dan pendampingan, pengembangan tembakau Lumajang diarahkan tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga mempertahankan kualitas hasil panen agar tetap memiliki nilai ekonomi bagi petani. uja



