Dinsos Gresik Gencarkan Penertiban Manusia Gerobak

Penertiban manusia gerobak di Gresik.

 

GRESIK (wartadigital.id)  — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik menggencarkan penertiban manusia gerobak yang akhir-akhir ini marak, khususnya jelang Ramadan dan Lebaran 2022.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos Gresik Farid Efendi menyampaikan, manusia gerobak itu termasuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kabupaten Gresik.

“Operasi ini akan terus dilakukan sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022. Karena mereka hanya berkedok dan membawa gerobak saja untuk meminta belas kasihan kepada para pengguna jalan,” kata Farid, Rabu (27/4/2022).

Menurut Farid, operasi manusia gerobak dilakukan di sepanjang Jalan GKB yaitu Jalan Sumatera, Jalan Jawa, Jalan Kalimantan dan di depan makam Randuagung sisi Barat Jalan Dr Wahidin SH.

Dari operasi itu didapati 6 manusia gerobak yang diamankan, dan langsung dibawa ke kantor Dinsos Gresik untuk di data.

Mereka diantaranya yaitu Mutiarum (32) asal Balen Bojonegoro, Umu asal Glaga Lamongan, Hartik (65), asal Gayam Bojonegoro, Siti Susriatun (50) asal Gayam Bojonegoro, Mariatun Kiptiyah (43) asal Gunung mulyoh, Jawa Tengah dan Lailah (16) Gunung mulyo, Jawa Tengah.

“Setelah di data di kantor Dinsos Gresik dan langsung di bawah ke selter Dinsos Cerme untuk efek jera selama 3 hari. Setelah itu baru dipulangkan ke tempat asalnya,” jelas Farid.

Sementara itu, Kepala Dinsos Gresik Dr  Ummi Khoiroh mengatakan, bahwa manusia gerobak itu kebanyakan dari luar Kabupaten Gresik dan hanya muncul di bulan Suci Ramadan 1443 Hijriyah/ 2022.

“Jadi mereka yang diamankan di selter Dinsos Cerme hanya dikasih peringatan saja dan dipulangkan ke tempat asalnya. Namun kalau nantinya balik lagi ke Gresik dan tetap melakukan hal sama akan diamankan kembali dan ditaruh di panti rehabilitasi di Madiun dan Kediri,” jelasnya.

Dikatakan Dr  Ummi saat ini yang ada di selter Dinsos Cerme hanya ada 4 orang yaitu manusia silver.

“Kami akan selalu menertibkan manusia gerobak atau PPKS, agar Kabupaten Gresik bebas dari pemulung, pengemis dan anak jalanan,” ungkapnya. tra