
PROBOLINGGO (wartadigital.id) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Pokja 3 Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo menggelar Training of Trainers (TOT) Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di Kantor Desa Sokaan Kecamatan Krejengan, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Ketahanan Pangan Masyarakat DKP Kabupaten Probolinggo Sanjoko, Ketua Pokja 3 TP PKK Kabupaten Probolinggo Titien Arif Kurniadi, Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Krejengan Khairuddin serta Kepala Desa Sokaan Abu Bakar.
Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari anggota TP PKK dan kader Posyandu Desa Sokaan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan materi sosialisasi dan bimbingan teknis penyusunan menu B2SA dari narasumber DKP Kabupaten Probolinggo dan PCPI (Perkumpulan Chef Profesional Indonesia) DPC Probolinggo.
Ketua Pokja 3 TP PKK Kabupaten Probolinggo Titien Arif Kurniadi mengatakan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang sehat, aktif dan produktif.
“Pola makan B2SA bukan berarti harus mahal. Yang terpenting adalah masyarakat bisa mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Menurut Titien, masyarakat perlu membiasakan pola makan seimbang dengan mengonsumsi karbohidrat, protein, vitamin dan mineral secara proporsional dalam satu piring makan. Selain itu, keamanan pangan juga harus menjadi perhatian agar makanan yang dikonsumsi terbebas dari cemaran fisik, kimia maupun biologi.

“Kami berharap edukasi B2SA ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih memilih makanan sehat, memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta membatasi gula, garam dan lemak demi menjaga kesehatan keluarga,” terangnya.
Titien menambahkan TP PKK Kabupaten Probolinggo akan terus mendukung gerakan konsumsi pangan lokal dan pola hidup sehat melalui berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum ibu sebagai pengelola konsumsi pangan keluarga.
Sementara Kepala Bidang Ketahanan Pangan Masyarakat DKP Kabupaten Probolinggo Sanjoko menyampaikan kegiatan TOT B2SA ini merupakan tindak lanjut sinergi multi stakeholder dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo.
“Melalui TOT B2SA ini kami ingin mencetak fasilitator yang mampu mengedukasi masyarakat terkait pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman dengan memanfaatkan pangan lokal,” katanya.
Sanjoko menjelaskan penetapan desa lokus kegiatan didasarkan pada Keputusan Bupati Probolinggo tentang lokasi desa prioritas percepatan pencegahan stunting tahun 2026. “Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pola makan sehat serta menjadi salah satu langkah nyata dalam pencegahan stunting di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya. pbo, oli
