wartadigital.id
Headline Surabaya

Dua Buronan Kasus Korupsi Bank Jatim Rp 52 Miliar Diamankan Kejari Surabaya

Istimewa
Salah satu terpidana kasus korupsi Bank Jatim diamankan Kejari Surabaya.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Surabaya menangkap dua orang terpidana yang masuk daftar pencarian orang (DPO) atas kasus korupsi Bank Jatim dengan nilai kerugian Rp 52 miliar lebih. Mereka adalah I Gusti Bagus Surya Dharma dan Awang Dirgantara. Keduanya merupakan staf pemasaran di Bank Jatim Cabang HR Muhammad Surabaya.

Kepala Kejari Kota Surabaya Anton Delianto mengungkapkan, keduanya ditangkap anggota intelijen dan pidana khusus (Pidsus) Kejari Surabaya, Selasa (24/8/2021) di lokasi berbeda.

Terpidana Awang Dirgantara, ditangkap saat berada di kantor tempatnya bekerja di Kecamatan Waru Sidoarjo. Sedangkan, terpidana bernama I Gusti Bagus Surya Dharma diamankan saat sedang berkunjung di Kantor Kejari Surabaya. “Ditangkap saat datang ke kantor. Saat mengurus dokumen (perkara) lain. Karena ia juga berprofesi sebagai pengacara,” kata Anton.

Anton menjelaskan, kasus korupsi yang melibatkan kedua orang terpidana itu bermula adanya perkara dugaan korupsi pada 2005. Kasus itu semula menyeret nama Yudi Setiawan selaku Direktur PT Cipta Inti Parmindo.

Yudi mengajukan kredit ke Bank Jatim untuk modal pembiayaan 28 kredit, yang disalurkan menggunakan delapan perusahaan milik kelompok Yudi Setiawan sendiri. Selain Yudi Setiawan, dalam kasus tersebut, juga terdapat dua orang terpidana lain, yakni Agus Prayoga dan Tomi.

Korupsi tersebut terbukti merugikan negara dengan nilai Rp 52.300.000.000. Anton mengungkapkan, ketiga terpidana itu telah divonis pada Agustus 2014 silam.  “Yudi Setiawan, Bagus Prayoga, dan Tomi semua sudah dieksekusi. Tapi dua orang ini dibebaskan oleh hakim, dan sekarang kami lakukan eksekusi,” imbuhnya.

Setelah itu, muncul hasil putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) pada Rabu 9 Mei 2019 yang diterima pihak Kejari Surabaya pada Minggu 10 Mei 2020. Putusan itu menyebut bahwa Hakim Agung menjatuhi dua terpidana bernama I Gusti dan Awang yang sebelumnya divonis bebas, pada Pengadilan Tingkat Pertama, dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.  “(Putusan Kasasi MA) 8 Mei 2019, diterima Kejaksaan 10 Mei 2020. (Menyurati terpidana) sudah,” jelasnya.

Anton menuturkan, keduanya akan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan Tes Swab PCR. Jika hasilnya dalam waktu dekat menunjukkan negatif Covid-19, maka keduanya langsung diantar ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surabaya Medaeng  Surabaya. “Kami cek dulu PCR-nya. Kalau negatif kami akan lakukan penahanan Rutan Medaeng,” tandasnya.

Sementara itu, terpidana Awang Dirgantara mengungkapkan, pihaknya masih akan melakukan upaya hukum, yakni melakukan Peninjauan Kembali (PK) dalam waktu dekat.  “Iya akan ada upaya. Melalui Peninjauan Kembali (PK),” ujar Awang saat  mengenakan rompi tahanan Kejari Surabaya warna merah muda. med, cks

Related posts

Gara-gara Rem Darurat, 32 Orang Tewas dalam Tabrakan Maut Kereta Api di Mesir

redaksiWD

Dijerat Pasal Berlapis, Youtuber Muhammad Kece Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

redaksiWD

Keputusan Penggunaan APBN untuk Biayai Kereta Cepat Bakal jadi Beban Seumur Hidup

redaksiWD