wartadigital.id
Ekbis Headline

Fesyar Regional Jawa 2021 Ditutup, Capaian Terus Meningkat dari Tahun ke Tahun

Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Perwakilan BI Jatim Budi Hanoto meninjau stan UMKM di penyelenggaraan Fesyar Regional Jawa 2021.

 

SURABAYA (wartadigital.id)  – Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2021 yang digelar sejak 27 September hingga 2 Oktober 2021 berakhir dengan capaian yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Capaian itu dilihat dari volume penjualan, pembiayaan dalam business matching dengan fokus utama kepada project UMKM hingga jumlah pengunjung, semuanya menunjukkan capaian di atas ekspektasi Bank Indonesia selaku penyelenggara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur  Budi Hanoto menjelaskan volume penjualan pada Fesyar Regional Jawa 2021 meningkat. Kegiatan ini diikuti 90 UMKM Syariah Jawa. Di mana 42 UMKM menyuguhkan karya fashion mutakhir, 37 UMKM menyajikan Halal Food yang higienis dan sehat. Serta 11 UMKM memamerkan karya Wastra berkelas. Sinergi ini juga melibatkan Hebitren, 10 Perbankan Syariah, 2 e-commerce, 3 Fintech Syariah, 5 PJSP, dan 4 Ziswaf.

”Ini adalah pertanda bagus. Karena kami menyelenggarakan Fesyar ini secara hybrid. Artinya, ada yang dilakukan secara online dan offline, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di lokasi Tunjungan Plasa,” ungkap Budi Hanoto saat penutupan Fesyar Regional Jawa 2021 di Surabaya, Sabtu (2/10/2021).

Dijelaskan Budi selama enam hari penyelenggaraan, Fesyar Regional Jawa 2021 menghasilkan transaksi sekitar Rp 845 juta, atau meningkat 12,71% dibandingkan tahun lalu. Dengan stan penjualan tertinggi diraih oleh Jawa Timur, Jawa Barat, dan Tegal.

Pelaksanaan business matching yang diawali dengan talkshow business matching sebanyak delapan kelas sebagai pre event. Untuk capaian pembiayaan dalam business matching dengan fokus utama kepada project UMKM, sebesar Rp 6.965.945.410.199 atau meningkat 99,03 persen. Rinciannya, 10 perbankan syariah  dengan total pembiayaan Rp 2.871.155.534.575,  4 lembaga Ziswaf dengan total pembiayaan Rp 1.642.930.000,  Fintech Syariah total pembiayaan Rp 593.398.847.727,  e-Commerce dengan total transaksi penjualan Rp 3.485.766 685.285 dan potential buyer dengan total transaksi perdagangan Rp 13.981.415 613.

Dalam business matching ini, menurut Budi, yang perlu menjadi perhatian adalah total pembiayaan 10 perbankan syariah sebesar Rp 2,8 triliun. Ini menunjukkan intermediasi perbankan syariah sudah membaik. Kemudian,  4 lembaga Ziswaf dengan total pembiayaan Rp 1,6 miliar untuk UMKM yang produktif. Selama ini, lembaga seperti Amil Zakat atau Baznas maupun stakeholder lainnya, jika  mempunyai dana besar kalau tidak disalurkan, nanti tidak amanah.

“Dengan outlet UMKM yang mungkin saja dari kalangan dhuafa namun punya semangat tinggi untuk memiliki usaha, bisa dibiaya dengan Ziswaf. Ini potensi besar Ziswaf  untuk membiaya UMKM yang produktif. Tahun pertama bisa saja dhuafa tersebut menerima bansos dan pada tahun ketiga, dia akan menjadi pembayar Ziswaf,” paparnya.

Budi menjelaskan jumlah pengunjung Fesyar Regional Jawa 2021, mencapai 149.230 orang atau naik sebesar 98,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni 75.315 orang. Capaian tersebut terdiri dari 3.786 pengunjung offline kegiatan Syariah Fair di Atrium Tunjungan Plaza 1, 47.535 peserta Syariah Forum (Opening Ceremony, Seminar, Talkshow, Business Coaching melalut Zoom, Instagram dan Youtube), serta 97.909 orang pengunjung platform www. fesyarjawa.com (update data 1 Oktober 2021).

“Kegiatan Fesyar Regional Jawa 2021 cukup banyak, namun mampu menarik pengunjung dan jumlahnya  semakin meningkat dibandingkan tahun lalu, di tengah pandemi ini capaian yang menggembirakan,” ujar Budi Hanoto.

Hal lain yang masih menjadi PR, adalah  bagaimana mengomunikasikan One Pesantren One Product (OPOP) jadi produk yang bisa diandalkan baik di regional maupun nasional. “Kami akan membangun imej produk Jawa Timur yang bisa dipertanggungjawabkan kontinuitas dan kualitas produknya dari OPOP. Di Jawa Timur ada 6.000 pesantren dengan skala yang berbeda-beda seperti pesantren besar, menengah dan kecil serta produk yang dihasilkan dengan kualitas premium maupun menengah,” imbuhnya.

Capaian dari Fesyar Regional Jawa 2021 yang melebihi harapan Bank Indonesia,  menunjukkan antusiasme dari seluruh masyarakat untuk terus mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam seluruh sendi kehidupan, utamanya dalam mewujudkan usaha yang halal dan toyib.

Hal menggembirakan lainnya, ungkap Budi, sekitar 60 hingga 70 persen pengunjung Fesyar Regional Jawa 2021 berusia sekitar 18-24 tahun. Artinya, mereka adalah generasi milenial yang akan menjadi pemegang tampuk kebijakan. Dengan pelaksanaan Fesyyar Regional Jawa yang digelar secara rutin dan berkesinambungan ini akan menjadi pembelajaran generasi milenial di masa mendatang. hdi, nti

Related posts

KLB Demokrat Disorot Media Asing, Sebut Pembantu Presiden Jadi Pimpinan Oposisi

redaksiWD

Bangkitkan Spirit Nasionalisme, Khofifah Kunjungi Makam Bung Karno

redaksiWD

Pemerintah Umumkan Hari Raya Idul Adha Jatuh pada 20 Juli 2021

redaksiWD