wartadigital.id
Gresik

Gagal Serahkan KTP Dukungan, Duet Kades dari Jalur Independen Pilkada Gresik Gugur sebelum Perang

Kades Andi Sulandra dan Kades Fatkhur Rahman saat mendaftar sebagai calon bupati dan calon wakil bupati jalur independen atau perorangan ke KPU Gresik.

 

GRESIK  (wartadigital.id)– Harapan hadirnya calon independen dalam kontestasi Pilkada Gresik pupus sudah. Pasangan bakal calon bupati/wakil bupati dari jalur independen yang telah mendaftar ke KPU Gresik, yakni Kades Randuboto Kecamatan Sidayu Andi Sulandra dan Kades Sukorejo Kecamatan Kebomas Fatkhur Rahman hingga deadline, Minggu (12/5/2024) pukul 24.00 WIB, gagal menyerahkan persyaratan minimal sebanyak 72.150 KTP ke Silon KPU.

“Hingga pukul 23.59, pasangan yang sudah mendaftar itu tidak bisa mengirimkan KTP dukungan sebagaimana dipersyaratkan. KTP yang masuk cuma 20 biji. Kalau dipersentase, cuma 0,03 persen. Itu pun, sebarannya hanya di satu kecamatan. Kami anggap, pendaftar dari jalur independen nihil,” ujar Komisioner KPU Gresik Makmun, Senin (13/5/2024).

Dijelaskan Makmun setelah pasangan bakal calon (bacalon) itu mendaftar, Minggu (12/5/2024), KPU Gresik memberi akses Silon untuk mengirimkan persyaratan berupa KTP dukungan. Namun, lanjut Makmun, hingga tenggat waktu yang ditentukan, yakni pukul 24.00 WIB, pasangan bacalon tersebut tidak mampu mengirimkan data pendukung yang dipersyaratkan. Dengan demikian, secara administratif, pencalonan itu gugur dengan sendirinya. “Sampai di sini, kami sudah tidak akan lagi memproses dan kami anggap nihil dan selesai,” tandas Makmun.

Sebelumnya, dua Kades  yakni Kades Andi Sulandra dan Kades Fatkhur Rahman, siap meramaikan Pilkada Gresik 2024 dengan mendaftar sebagai calon bupati dan calon wakil bupati jalur independen atau perorangan.

Diterima langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik Achmad Roni, Minggu (12/5/2024), kedua kades beda kecamatan itu mendaftar sebagai peserta untuk berkontestasi pada Pilkada Gresik yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024.

Dihubungi pada Senin (13/5/2024), Kades Fatkhur Rahman, membenarkan, pihaknya gagal mengirimkan data KTP dukungan sebagaimana dipersyaratkan oleh KPU Gresik. Sebenarnya, lanjut Fatkhur yang sedianya berpasangan dengan Kades  Andi Sulandra, KTP yang telah dihimpun jauh lebih banyak dari yang disetor ke KPU. Namun, terbatasnya waktu membuatnya “tak berdaya” untuk memenuhi persyaratan.

Namun, lanjut Kades tiga periode ini, penekanan pendaftaran sebagai bacalon bupati/wakil bupati itu lebih pada upaya pembenahan rusaknya praktik demokrasi di negeri ini, termasuk di Kabupaten Gresik. Dikatakannya, rusaknya praktik demokrasi, khususnya pada pemilihan bupati/wali kota, gubernur hingga presiden sekalipun, adalah stigma adanya uang yang harus diberikan calon pemimpin kepada masyarakat yang akan memilihnya.

“Money politic atau politik uang dianggap sebagai panglima yang menentukan kemenangan. Siapa yang mendahului, ini seperti menebak telur dan ayam, mana yang muncul duluan. Kalau disimpulkan, gak calon pemimpinnya, gak rakyate, podo ae. Ini yang memantik saya ikut mendaftar secara independen. Mosok Gresik yang katanya kota santri harus tunduk pada politik uang yang jelas-jelas jauh dari nilai-nilai atau ajaran agama Islam,” ujarnya seraya menambahkan, meski gagal meramaikan kontestasi Pilkada Gresik dari calon independen, ia menganggap apa yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk membenahi marwah demokrasi.  ins, nan

Related posts

Dinas Pemadam Kebakaran Gresik Ajari Ibu-ibu PKK Memadamkan Api dengan Apar

redaksiWD

Wapres Ma’ruf Tegaskan Pemerintah Siap Rancang Solusi Pemasaran Sarang Burung Walet

redaksiWD

Khofifah Cek Pelaksanaan PTM Terbatas 100 Persen di Gresik

redaksiWD