Glagaharum Hadirkan Pesona Baru Wisata Alam Lumajang: Meluncur di Pelangi, Menyapa Semeru

Bupati Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma meresmikan Rainbow Slide di Bumi Perkemahan Glagaharum

LUMAJANG (wartadigital.id) – Dari kejauhan, hamparan warna pelangi tampak mencolok di tengah hijau perbukitan Glagaharum, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Wahana Rainbow Slide, perosotan pelangi itu seperti garis senyum yang membelah lereng Semeru, menghadirkan semangat baru bagi dunia wisata Lumajang.

Di bawah langit biru yang teduh, tawa pengunjung terdengar bersahutan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua, semua larut dalam kegembiraan meluncur di lintasan sepanjang 35 meter itu. Dengan hanya Rp15.000, dua kali sensasi adrenalin menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Bacaan Lainnya

Kamis (30/10/2025) lalu, menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Lumajang. Bupati Indah Amperawati (Bunda Indah) bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) meresmikan Rainbow Slide di Bumi Perkemahan Glagaharum, destinasi yang terus tumbuh menjadi ikon wisata alam edukatif di kaki Gunung Semeru.

Dalam suasana hangat penuh semangat, Bunda Indah mengungkapkan apresiasinya kepada pengelola kawasan yang terus berinovasi menghadirkan daya tarik baru tanpa mengubah ruh alamnya.

“Glagaharum ini luar biasa. Dengan kreativitas masyarakat dan dukungan semua pihak, kita bisa menambah fasilitas wisata tanpa merusak alam. Ini langkah maju bagi Lumajang,” ujarnya.

Di balik perosotan warna-warni itu, tersimpan filosofi yang dalam: keberagaman warna melambangkan semangat masyarakat Lumajang, berbeda-beda namun satu tujuan, membangun daerahnya dengan cinta dan kerja nyata.

Wahana ini bukan hanya permainan, tetapi representasi dari keceriaan yang terukur. Lintasan tunggal dengan dua ban peluncur memperkuat nilai kebersamaan, setiap tawa yang bergulir adalah simbol harmoni antara manusia dan alam.

Mas Yudha yang juga menjabat Ketua Kwarcab Pramuka Lumajang menegaskan, hadirnya Rainbow Slide menjadi bagian dari pengembangan wisata edukatif bagi generasi muda. “Bumi Perkemahan Glagaharum tidak hanya tempat berkemah. Ini tempat belajar mencintai alam, tempat menanamkan nilai tangguh, dan kini juga ruang rekreasi yang aman serta mendidik,” ungkapnya.

Edukasi lingkungan menjadi semangat utama di Glagaharum. Di setiap langkah, wisatawan disuguhi papan edukatif tentang flora dan fauna lokal, pentingnya menjaga kebersihan, hingga pesan moral untuk menghargai alam.

Dari sisi ekonomi, Rainbow Slide menjadi peluang baru bagi masyarakat sekitar. Warung kopi, penjual camilan lokal, hingga penyewaan ban peluncur kini ramai pengunjung.

“Alhamdulillah, setiap akhir pekan penghasilan kami meningkat. Banyak yang datang dari luar kota,” tutur Rina, salah satu pedagang di area parkir.

Pemberdayaan seperti ini menjadi cerminan dari semangat empowering, membangkitkan kemandirian ekonomi warga desa melalui wisata yang berkelanjutan. Tidak hanya menjadi objek, masyarakat Glagaharum kini menjadi subjek utama dalam ekosistem pariwisata Lumajang.

Bagi Bunda Indah, Glagaharum adalah laboratorium sosial: tempat di mana sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan alam berpadu menghasilkan harmoni. “Kita ingin wisata di Lumajang menjadi ruang yang mendidik dan memberdayakan. Rainbow Slide ini bagian kecil dari perjalanan besar menuju Lumajang yang mandiri dan bahagia,” katanya.

Dari sisi enlightening, kehadiran wahana ini membawa pesan sederhana namun kuat, bahwa kemajuan tidak harus selalu megah, cukup dengan kreativitas yang berpijak pada kearifan lokal.

Setiap pengunjung yang datang bukan hanya pulang dengan foto-foto indah, tetapi juga membawa kesadaran bahwa menjaga alam sama pentingnya dengan menikmatinya. “Kalau bersih, pengunjung pasti betah,” kata Hadi, relawan Pramuka yang turut menjaga kebersihan kawasan.

Udara sejuk, aroma tanah basah, dan gemericik air dari lereng membuat setiap kunjungan terasa menenangkan. Glagaharum kini menjadi oase bagi warga perkotaan yang ingin menepi sejenak dari hiruk-pikuk dunia digital.

Di sela kunjungan, Bunda Indah juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat Lumajang untuk terus mencintai daerahnya dengan cara sederhana: datang, menikmati, dan mempromosikan. “Ayo datang ke Glagaharum. Rasakan serunya meluncur di Rainbow Slide dan nikmati udara Semeru yang segar,” ajaknya dengan penuh semangat.

Ajakan itu bukan sekadar promosi, melainkan seruan kebangsaan, wujud dari semangat nasionalisme. Karena bagi Lumajang, mencintai alam daerah sendiri adalah bagian dari mencintai Indonesia.

Semeru menjadi saksi: di kaki gunung tertinggi di Jawa itu, masyarakatnya terus menulis kisah kebangkitan dengan cara-cara kreatif. Wisata bukan hanya soal kunjungan, tapi tentang kebersamaan dan kebanggaan.

Rainbow Slide kini menjadi magnet baru. Tak hanya bagi wisatawan lokal, tapi juga bagi pelancong dari luar daerah yang ingin menikmati kombinasi antara petualangan, edukasi, dan keindahan alam.

“Anak-anak senang, orang tua pun ikut bahagia. Suasananya segar dan penuh warna,” kata Dini, wisatawan asal Jember yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku tak menyangka Lumajang punya destinasi wisata seindah dan sekomplet ini.

Dari warna-warna yang meluncur di lintasan pelangi itu, Lumajang mengirim pesan cerah kepada Indonesia: bahwa daerah dengan potensi alam kuat dan kepemimpinan visioner mampu menciptakan kebahagiaan dari hal sederhana.

Di lereng Semeru, pelangi bukan hanya fenomena alam, ia kini menjadi simbol harapan. Harapan tentang wisata yang mendidik, memberdayakan, mencerahkan, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Lumajang tak hanya menambah wahana, tapi menambah kebanggaan bagi seluruh warganya. uja, ins

Pos terkait