
BOJONEGORO (wartadigital.id) – Salah satu penerima manfaat program bantuan Kolam Lele Keluarga (Kolega) dari Pemkab Bojonegoro, Didik Sugianto, asal Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, mulai memetik hasil nyata.
Didik Sugianto, membuktikan, ketekunan dalam mengelola bantuan kecil dapat berdampak besar bagi ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar.
Hingga saat ini, kolam milik Didik telah memasuki masa panen ketiga. Dari 250 benih yang dikelola, setiap kolamnya kini mampu menghasilkan sekitar 150 hingga 200 ekor lele siap konsumsi. Menariknya, Didik tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada nilai sosial.
“Hasil panen ini selain dijual untuk menambah penghasilan, juga kami bagikan kepada tetangga sekitar dan dikonsumsi sendiri untuk pemenuhan gizi keluarga,” ujar Didik, Selasa (28/4/2026).
Meski sukses dalam budidaya, Didik mengakui tantangan terbesar justru muncul di sektor hilir, yaitu penjualan. Kapasitas produksi yang masih terbatas sempat membuatnya kesulitan menembus pasar skala besar. Namun, Didik tidak patah arang. Ia berinisiatif membangun jejaring mandiri dengan pedagang lesehan lokal.
Hanya dalam waktu 2,5 hingga 3 bulan, lele miliknya sudah siap panen dengan ukuran ideal—sekitar 12 ekor per kilogram—yang sangat diminati oleh para pedagang kuliner karena tekstur dagingnya yang pas.
Keberhasilan ini membawa harapan baru bagi pengembangan program serupa di masa depan. Didik menekankan pentingnya bantuan yang bersifat edukatif dan komprehensif. Ia menyarankan agar ke depannya, pemerintah tidak hanya memberikan benih, tetapi juga membantu memetakan pasar (market placement) terlebih dahulu agar peternak pemula tidak bingung saat masa panen tiba.
Selain itu, ia mengusulkan keterlibatan aktif Tim Penggerak PKK untuk membantu menyukseskan program ini. Menurutnya, peran ibu-ibu PKK sangat vital dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengolahan pasca-panen maupun manajemen distribusi di tingkat RT/RW. boe





