
PONOROGO (wartadigital.id) – Gelaran Grebeg Suro 2026 di Ponorogo juga selalu ditunggu-tunggu kolektor dan pehobi bonsai dari sejumlah daerah. Bagaimana tidak, perayaan besar menandai Tahun Baru Hijriah itu selalu mengagendakan pameran bonsai.
Bahkan, dua agenda bertajuk “Grebeg Bonsai Bumi Reog” dan Pameran Bonsai “Samandiman Bonsai Club” menjanjikan durasi kontes yang panjang selama dua pekan.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita sempat terheran-heran dengan tingginya antusias para penggemar bonsai. Grebeg Bonsai Bumi Reog yang berlangsung 3-9 Juni 2026 menghias pelataran Pendopo Kabupaten Ponorogo dengan ratusan tanaman kerdil itu.
Demikian pula dengan Samandiman Bonsai Club yang memilih lokasi pameran di seputar Patung Macan depan Paseban Alun-Alun Ponorogo mulai 7 hingga 16 Juni 2026.
Bunda Lis–sapaan Lisdyarita–saat mengunjungi lokasi pameran bonsai mengaku kagum dengan totalitas para pehobi dalam merawat tanaman kesayangan mereka. Di balik keindahan bonsai, terdapat proses panjang yang butuh ketelatenan, kesabaran, dan perhatian penuh dalam perawatannya.

“Melalui pameran bonsai dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan potensi ekonomi,” katanya.
Bunda Lis juga menyampaikan pesan dengan gaya ringan dan penuh keakraban. Dia menyebut para penggemar bonsai memiliki sisi romantis karena mampu merawat tanaman dengan penuh kelembutan dan kesabaran. “Kalau istri-istri yang punya suami gemar bonsai, ternyata ada sisi plusnya, yaitu romantis. Benar tidak?” candanya.
Bupati perempuan pertama di Ponorogo itu sempat mengamati pehobi bonsai tatkala merawat tanamannya dengan sepenuh hati. Perlakuan mereka terhadap bonsai menunjukkan adanya kasih sayang yang luar biasa.
“Saya sampai kaget melihat bapak-bapak pelan sekali menggunting tanaman, seperti disayang-sayang. Tanaman saja diperlakukan begitu, bagaimana dengan istrinya?” ujarnya disambut tawa hadirin.
Menurut Bunda Lis, setiap bonsai di pameran dapat menjadi gambaran proses kehidupan. Yakni, tentang kesabaran, perawatan, dan semangat untuk terus tumbuh menjadi lebih baik.
“Proses panjang yang menjadi bagian dari kehidupan dan semangat untuk terus tumbuh menjadi lebih baik,” ungkapnya sembari berharap pameran bonsai terus mengisi agenda tetap Grebeg Suro setiap tahun. ono





