Gugah Kepedulian Mahasiswa akan Stunting melalui KKN Tematik Kemanusiaan

KKN Tematik Kemanusian Unesa dengan tema KKN Percepatan Penurunan Angka Stunting selama empat bulan di Kabupaten Nganjuk.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kemanusian dengan tema KKN Percepatan Penurunan Angka Stunting selama empat bulan di Kabupaten Nganjuk. Sebanyak 225 mahasiswa sejak September hingga Desember 2022 akan menjalankan lima pilar yang sudah ditentukan oleh universitas sebelum program tersebut dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Tematik Unesa untuk Desa Sukoharjo Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk Ali Imron mengatakan kelima pilar KKN Tematik penanganan stunting yaitu pilar pertama peningkatan komitmen komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota,dan pemerintah desa. Untuk pilar kedua adalah Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat. Sedang pilar ketiga adalah peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemerintah desa. Pilar keempat adalah peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan pilar kelima adalah penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi.

KKN Tematik ini merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.  Di mana,pendampingan perguruan tinggi dalam penguatan komitmen pemerintah desa, pendampingan surveilans stunting dan tumbuh kembang, pendampingan Rumah Dataku, kampanye anti stunting dengan slogan “Sing  Penting Ora Stunting”. “KKN Tematik kali ini ada 15 kelompok dan satu kelompok ada 15 mahasiswa yang ditempatkan di satu desa,” ungkap Ali, Senin (31/10/2022).

Ali menambahkan para mahasiswa juga mengajarkan bagaimana budidaya ikan dan sayur dengan metode Aquaponik kepada masyarakat. Untuk metode Aquaponik yang dilakukan adalah budidaya ikan lele dan sayur kangkung. Diharapkan dengan metode Aquaponik bisa membantu masyarakat dalam pemenuhan asupan nutrisi sehari -hari dari hasil kebun sendiri.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Maria Ernawati menjelaskan pada 2022 ini, pihaknya sudah bekerjasama dengan 20 perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di Jawa Timur dan sudah membentuk sebuah konsorsium sebagai koordinator adalah Universitas Airlangga (Unair). Konsorsium ini ada tiga kegiatan bersama. “Yang pertama riset tentang stunting, kedua pendampingan terhadap keluarga yang berisiko stunting dengan pemberian multi micronutrien dari USA dan yang ketiga adalah KKN Tematik,” sebutnya.

Dalam KKN Tematik ini, jelas Erna, pihaknya berharap para pengajar dan mahasiswa selama kegiatan KKN nanti  bisa mencari data atau menginventarisir data, update data dari stunting maupun keluarga-keluarga yang berisiko stunting dan sosialisasi tentang stunting. “Kami harapkan bisa mengembangkan aplikasi dalam pencapaian percepatan penurunan stunting  di daerah lokasi KKN,” imbuhnya.

Tak lupa, Erna juga menyampaikan banyak terima kasih kepada perguruan tinggi yang sudah menjalankan KKN Tematik penurunan stunting dan diharapkan Jawa Timur dapat meraih target angka penurunan stunting di tahun ini. sis