
NGANJUK (wartadigital.id) – Beragam potensi pertanian dari 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk ditampilkan dalam Gelar Produk Unggulan Pertanian Tingkat Kabupaten Nganjuk yang digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Tani Nasional ke-66 Tahun 2026 tersebut menghadirkan hasil pertanian binaan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sekaligus mempertemukan petani dengan pemangku kepentingan sektor pertanian.
Gelar produk dan temu wicara ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi petani dalam menjaga ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan potensi komoditas daerah serta memperkuat hubungan antara kelompok tani, penyuluh, pemerintah, dan mitra usaha.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Ida Shobihatin dalam laporannya menyampaikan, peringatan Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk menghargai perjuangan para insan pertanian sekaligus meningkatkan rasa syukur atas kontribusi sektor pertanian bagi masyarakat.

Menurut Ida, rangkaian peringatan Hari Tani Nasional ke-66 telah diisi sejumlah kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia pertanian.
Salah satunya adalah gelar produk unggulan yang melibatkan 20 BPP sebagai representasi potensi pertanian di wilayah Kabupaten Nganjuk.
Selain gelar produk, Dinas Pertanian juga menyelenggarakan temu wicara antara petani dan pemangku kepentingan untuk membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan, peluang, serta tantangan yang dihadapi pelaku pertanian. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 petani dan sejumlah mitra kerja sektor pertanian.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi lomba Layanan Klinik Konsultasi Agribisnis di 20 kecamatan dan lomba kelompok tani berprestasi yang telah berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Ajang tersebut menjadi sarana mendorong peningkatan kualitas pelayanan penyuluhan serta memacu kelompok tani dalam mengembangkan kelembagaan dan usaha pertanian.

Dinas Pertanian juga melaksanakan peningkatan kapasitas kelompok tani jagung pada 22 September 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengembangkan komoditas jagung sesuai kebutuhan produksi dan potensi wilayah masing-masing.
Dalam gelar produk tersebut, berbagai komoditas unggulan Nganjuk, seperti bawang merah, padi, jagung, kedelai, serta produk hortikultura lainnya, menjadi bagian dari pengenalan potensi pertanian daerah. Keberagaman hasil pertanian tersebut mencerminkan potensi sumber daya lokal yang dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan inovasi.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi keterlibatan petani dan penyuluh dalam menampilkan hasil pertanian. Ia menilai keberadaan gelar produk menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil kerja petani sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap komoditas lokal Nganjuk.
“Produk pertanian Nganjuk harus kita banggakan dan kembangkan. Tidak hanya bawang merah, tetapi juga kedelai dan berbagai komoditas lainnya. Kita perlu bersama-sama membuka peluang agar produk petani semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi,” ungkap Kang Marhaen.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai mitra, antara lain PT Pupuk Indonesia, PT Petrokimia Gresik, CV Megatani Mandiri, PT Dharma Guna Wibowo, PT Tridata Agro Inovasi, PT Corn Mulia Gemilang, serta Bank Jatim Cabang Nganjuk. Keterlibatan para mitra diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap pengembangan usaha tani, mulai dari sarana produksi hingga akses pembiayaan.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasi dan kontribusi insan pertanian, rangkaian acara juga diisi penyerahan penghargaan lomba serta bantuan sarana pendukung pertanian secara simbolis. Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi kelompok tani dan penyuluh untuk terus meningkatkan kinerja serta mengembangkan inovasi di wilayah binaan masing-masing.
Melalui gelar produk unggulan dan temu wicara ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap potensi pertanian dari seluruh kecamatan semakin dikenal dan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Sinergi antara penyuluh, petani, pemerintah, dan mitra usaha diharapkan memperkuat pengembangan komoditas lokal sekaligus mendukung kemajuan pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Nganjuk. juk