
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf membuka kick off manasik haji nasional 2027 yang dirangkai dengan Expo 2026 UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah di kawasan Stadion Wilis Kota Madiun, Jumat (25/9/2026).
MADIUN (wartadigital.id) – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf membuka kick off manasik haji nasional tahun 2027 yang dirangkai dengan Expo 2026 UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah di kawasan Stadion Wilis Kota Madiun, Jawa Timur. “Kita berharap setelah kick off di Madiun ini kegiatan manasik haji tahun 2027 di seluruh wilayah Indonesia mulai dijalankan,” ujar pria yang biasa disapa Gus Irfan saat membuka kick off di kawasan Stadion wilis Madiun, Jumat (25/9/2026) petang.
Menurut dia, kegiatan manasik haji menjadi hal sangat penting dilakukan dalam rangkaian persiapan musim haji tiap tahun yang bertujuan untuk menyiapkan jamaah calon haji Indonesia agar benar-benar paham dengan rukun wajib haji.
Pemerintah berharap calon haji dapat lebih mandiri ketika berada di Tanah Suci dan tidak sepenuhnya bergantung kepada pihak lain. “Kita tidak ingin jamaah calon haji kita tergantung pada orang lain, atau tergantung pada KBIH. Kita berharap mereka nantinya saat di sana sudah tahu apa yang harus dilakukan,” kata dia.
Selain itu, melalui manasik haji diharapkan perbedaan pandangan-pandangan fikih yang mengemuka bisa disampaikan atau dibahas. Dengan demikian, perbedaan tata cara ibadah diharapkan tidak berkembang menjadi perdebatan ketika calon haji sudah berada di Arab Saudi. “Mungkin tidak bisa mencapai sepakat, namun paling tidak sama-sama saling paham, sehingga saat di sana, di Saudi, tidak ada lagi perdebatan,” katanya.
Selain pemahaman manasik, aspek kesehatan menjadi perhatian pemerintah dalam persiapan haji mendatang. Gus Irfan mengatakan pemeriksaan kesehatan calon haji perlu dilakukan sejak lebih awal. Dengan demikian, calon haji dapat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum memasuki tahapan pelunasan biaya haji maupun keberangkatan.
Pemerintah juga menargetkan penurunan jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji. “Tahun 2025 yang meninggal ada sekitar 470-an, itu menjadi separuh jamaah haji seluruh dunia yang meninggal di Arab Saudi. Kalau tahun 2026, kita tekan sekitar 350-an jamaah. Karena itu persiapan kesehatan bagian yang sangat penting di tahun 2027,” katanya.
Di tengah pelaksanaan kick off manasik haji nasional, Kementerian Haji dan Umrah juga terus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Gus Irfan mengatakan pembahasan pembiayaan haji tahun 2027 menjadi diskusi yang cukup panjang bersama DPR RI. Hal itu karena dipengaruhi kondisi sejumlah komponen seperti penerbangan, hotel, dan makanan yang mengalami perubahan. “Alhamdulillah untuk hotel dan makanan telah mencapai kesepakatan. Tinggal satu yang belum sepakat, yaitu masalah penerbangan,” katanya.
Pembahasan tersebut masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kewajaran harga sekaligus kemampuan pembiayaan penyelenggaraan haji. Selain menjadi ajang pembukaan manasik haji secara nasional 2027, kegiatan Expo 2026 juga menghadirkan berbagai produk UMKM dan pelaku usaha yang berkaitan dengan ekosistem haji dan umrah. Pemerintah berharap penyelenggaraan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada calon jemaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. ara





