ICATAM 2025, FTMM Unair Ajak Kolaborasi Universiti Malaya dan Vellore Institute of Technology India

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD -enam dari kiri- saat membuka kegiatan ICATAM 2025 di di Gedung Nano Kampus MERR-C Unair, Kamis (25/9/2025).

SURABAYA (wartadigital.id) – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair  kembali menyelenggarakan agenda tahunan International Conference of Advanced Technology and Multidiscipline (ICATAM) 2025 di Gedung Nano Kampus MERR-C Unair, Kamis (25/9/2025). Kegiatan konferensi internasional ini untuk pertamakalinya digelar secara tatap muka yang diikuti oleh 256 peserta dari 5 negara, sementara penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya digelar secara daring.

Gelaran ICATAM kelima yang berlangsung mulai Kamis hingga Sabtu (25-27/9/2025)  ini digelar bersamaan dengan i-PACT (International Conference on Innovation in Power and Advanced Computing Technologies) dengan skema hybrid.

Bacaan Lainnya

Pada tahun ini, FTMM Unair berkolaborasi dengan 2 kampus negara sahabat yakni Universiti Malaya (UM) Malaysia dan Vellore Institute of Technology (VIT) India untuk berkolaborasi bertukar gagasan di berbagai disiplin ilmu teknik dan teknologi sesuai dengan tema ICATAM tahun ini, “Electronis Power Energy dan Computing Technology”.  Konferensi kolaboratif internasional perdana ini menjadi landasan bagi FTMM untuk memperkuat jejaring akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Bahkan secara khusus FTMM meneken MoU dengan VIT India, menyangkut kerjasama dalam publikasi dan riset bersama serta pengaplikasiannya di lapangan. Penandatangan MoU dilakukan oleh Dekan FTMM Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM dan Dekan  School of Electrical Engineering VIT Dr M Kowsalya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD saat membuka kegiatan mengatakan bahwa ICATAM 2025 lebih dari sekadar konferensi berskala internasional. Melainkan sebagai ajang kolaborasi yang dinamis. ICATAM menghadirkan pemikiran-pemikiran brilian dari peneliti, akademisi, hingga praktisi. Mereka hadir dari berbagai belahan dunia untuk mengatasi tantangan terkini menyangkut perubahan iklim, sistem fotonik dan green technology atau teknologi hijau adalah inovasi yang menggabungkan teknologi dengan sains agar bisa menciptakan layanan dan produk yang lebih ramah lingkungan. “Saya yakin bahwa gelaran ini akan mewadahi diskusi menarik dan memunculkan ide besar yang akan memberikan terobosan menguntungkan masyarakat dan tempat kita tinggal,” ucapnya.

Dia juga mendukung langkah Unair untuk terus menjalin kerjasama dengan kampur-kampus yang memiliki reputasi dunia. Hal ini sangat penting  untuk menaikkan rangking Unair di dunia dan meningkatkan kepercayaan masyarakat akan kualitas pendidikan di Unair.

Mochamad Amin juga mengingatkan teknologi tak hanya mendorong perkembangan. Akan tetapi, juga harus menjadi sarana kontribusi yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab, mampu memberikan manfaat tidak hanya untuk institusi, melainkan juga bagi kemanfaatan maksimal untuk komunitas global.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Dekan FTMM Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM dan Dekan School of Electrical Engineering VIT Dr M Kowsalya.

Dekan FTMM Prof Dr Ir Retna Apsari MSI, IPM menjelaskan untuk pertamakalinya ketiga kampus bersatu melakukan konferensi internasional, yakni dan UM Malaysia dan Vellore Institute of Technology (VIT) India yang didukung penuh oleh Institut of Electrical and Eletronic Engineers (IEEE) Indonesia Section.

Diharapkan ketiga kampus bisa bersinergi dalam berbagai bidang sains, teknik dan teknologi sesuai dengan tema, menyangkut inovasi mutakhir dalam sistem ketenagalistrikan dan komputasi canggih, sekaligus mengeksplorasi topik-topik baru seperti jaringan cerdas dan mikro, kendaraan listrik, teknologi otomasi dan komputasi dalam bangunan komersial hijau, pencitraan molekuler, sistem fotonik cerdas, dan komputasi kognitif. Dia  berharap dari kegiatan hari ini akan terbuka kolaborasi lanjutan dalam bidang Tri Darma Perguruan Tinggi.

Dijelaskan Prof Retna, kerjasama selama ini  bersama dengan UM Malaysia, bagi FTMM Unair sangat penting untuk lebih mengangkat reputasi Unair di kancah global, mengingat peringkat dunia UM Malaysia berada di level 58 dunia versi QS World  University Rankings.

Sedangkan kerjasama dengan VIT India, juga untuk menambah ekspansi negara di area kerjasama internasional. “Kami belum bekerjasama dengan India. VIT menjadi pintu masuk bagi Unair untuk berkolaborasi akademis dengan kampus-kampus di India nantinya,” katanya.

Dijelaskannya yang membedakan pelaksanaan ICATAM 2025 dengan gelaran empat kali sebelumnya adalah hadirnya perwakilan dari kalangan profesional industri. Dalam ICATAM 2025 dihadirkan PT PLN Nusantara Power, anak perusahaan PT PLN.

Dean Faculty of Engineering UM Prof Nik Nazri Nik Ghazali menyambut baik kerjasama dengan FTMM Unair. Pihaknya terbuka untuk bekerjasama melakukan riset, publikasi bersama. “Unair juga dikenal kampus bereputasi dunia, tentu kami senang bisa bekerjasama. Kami berharap indeks kampus kami terus naik, jika kualitas kampus sudah diakui, ada kepercayaan masyarakat dan imbasnya akan banyak mahasiswa kuliah di UM Malaysia,” katanya.

UM Malaysia kata dia juga terbuka jika diajak Unair untuk mengimplementasikan semua riset, penelitian bersama di lapangan agar manfaat inovasi bisa dirasakan masyarakat luas di dua negara dan komunitas internasional.

Universiti Malaya (UM)  terletak di Kuala Lumpur dan merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi tertua di Malaysia. Didirikan pada tahun 1905 sebagai Universitas oleh Raja Edward VII. Hingga saat ini UM telah berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi dan penelitian di kawasan ASEAN. Universitas ini berfokus di berbagai bidang akademik, dengan penekanan khusus pada bidang penelitian dan inovasi.

Hal senada juga diungkap Conference Chair VIT Dr  I Jacob Raglend.  VIT juga siap berkolaborasi dengan FTMM Unair. Tak hanya riset, penelitian dan publikasi bersama, VIT juga siap jika memungkinkan adanya pertukaran mahasiswa hingga tenaga pengajar. “Kami juga ingin memperluas kerjasama dengan kampus-kampus yang bereputasi internasional seperti Unair,” katanya.

Peserta The 5th ICATAM FTMM and i-PACT foto bersama usai pembukaan. Kegiatan ini diikuti 256 peserta dari 5 negara.

Hadirkan Sejumlah Narasumber

Sejumlah narasumber menjadi keynote speaker dalam The 5th ICATAM FTMM and  i-PACT. Mulai Prof Dr Sulaiman W Harun dari Universiti Malaya, Prof Dr In-Ho Ra dari Kunsan National University Gunsan, Korea Selatan, Dr Agus Mukhlisin ST, MT dari Unair. Sementara dari unsur industri ada Ir Mochamad Yunan Nasutiyon ST,MT, IPM dari PT PLN Nusantara Power, Indonesia.

Pada hari kedua, tidak hanya menghadirkan keynote speaker, panitia juga menggelar forum group discussion bersama Dr Dian Ekowati SE, MSi, M.AppCom (OrgCh), Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Unair. Selanjutnya, delegasi berkesempatan melakukan kunjungan ke laboratorium dan workshop di area FTMM. Sebagai penutup hari kedua, panitia The 5th ICATAM FTMM and  i-PACT menghadirkan 10 parallel session di lantai 6 Gedung Nano dan dilanjutkan dengan welcome dinner.

Sebagai pamungkas acara The 5th ICATAM FTMM and  i-PACT, seluruh delegasi akan mengikuti city tour pada hari ketiga, Sabtu (27/9/2025). Seperti di Mirota Batik & Handicraft Surabaya dan Alun-alun Surabaya.

Terselenggaranya kegiatan ini menandai sejarah baru bagi FTMM. Ini adalah kali pertama bagi FTMM dalam menggelar kegiatan konferensi internasional secara tatap muka, setelah sebelumnya dilaksanakan secara daring selama empat tahun berturut-turut. Tak hanya itu, ICATAM x i-PACT 2025 ini juga merupakan konferensi kolaboratif internasional pertama yang diselenggarakan FTMM bersama universitas lain. Hal ini menunjukkan komitmen FTMM untuk berkontribusi dalam tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 17: Partnerships for the Goals. nti

Pos terkait