
MEDAN (wartadigital.id) – Jaringan telekomunikasi digital di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh masih terganggu, Kamis (27/11/2025). TelkomGroup memastikan tengah melakukan layanan backup dan percepatan pemulihan di lapangan.
EVP Telkom Regional 1 (Sumatera), Dwi Pratomo Juniarto, bencana banjir bandang dan longsor telah mengganggu berbagai infrastruktur telekomunikasi. Namun, ia memastikan, tim teknis telah dikerahkan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat perbaikan jaringan.
Tercatat sejumlah infrastruktur mengalamu kerusakan akibat diterjang banjir bandang di wilayah tersebut. Mulai dari STO (Sentral Telepon Otomat), jaringan fiber optic, tower, hingga BTS.
Dampaknya, kualitas layanan mobile, fixed broadband, dan layanan digital lainnya menurun di sejumlah wilayah. Di antaranya, Tapanuli Tengah, Sibolga, Gunung Sitoli, Nias, Bukittinggi, serta 10 kabupaten/kota di Aceh.
“Hingga saat ini, ada 4 STO di Sumatera Utara dan 13 STO di Aceh yang masih down. Ini akibat terputusnya jaringan dan pemadaman listrik,” ujarnya.
Ia pin menyatakan akan terus melakukan asesmen, menyediakan layanan backup, dan memulai pemulihan secara bertahap. Tim teknis telah dikerahkan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat perbaikan jaringan.
Telkom menargetkan STO Sibolga kembali beroperasi hari ini, disusul lokasi lain bila kondisi sudah aman. Sejumlah backup link melalui satelit dan IP radio juga telah diaktifkan dengan kapasitas terbatas.
“Dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, kami berupaya maksimal memulihkan layanan. Agar masyarakat di Sumatera Utara dan Aceh kembali mendapatkan konektivitas optimal,” kata Dwi. rai, nas