wartadigital.id
Ekbis Headline

Imbas Belt and Road Initiative, Indonesia Punya Utang Gelap ke Tiongkok hingga Rp 266 Triliun

Jalur sutera Tiongkok yang disebut Belt and Road Initiative (BRI).

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Ambisi Tiongkok membuat jalur sutera baru yang disebut Belt and Road Initiative (BRI), memaksa negara-negara mitranya menumpuk utang gelap, termasuk salah satunya adalah Indonesia.

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru AidData pada akhir September 2021. Tercatat dalam laporan AidData, utang gelap Indonesia mencapai 17,28 miliar dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 266 triliun. Nilai ini setara dengan 1,6 persen PDB Indonesia, dan merupakan utang yang diberikan Tiongkok sejak tahun 2000 hingga 2017.

Di samping utang tersembunyi atau gelap tersebut, Aid Data juga mencatat utang terbaru Indonesia, yang telah menerima pinjaman senilai 4,42 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 63 triliun pada periode yang sama.

AidData menyebutkan, utang tersebut didapat melalui skema Official Development Assistance (ODA), serta pinjaman melalui skema Other Official Flows (OOF) sebesar 29,96 miliar dolar AS atau setara Rp 427 triliun.

Dalam konteks ini, AidData mendefinisikan utang tersembunyi sebagai utang yang diberikan oleh Tiongkok kepada negara berkembang bukan melalui pemerintahan negara peminjam. Tetapi melalui perusahaan negara (BUMN), bank milik negara, Special Purpose Vehicle (SPV), perusahaan patungan dan lembaga sektor swasta.

Mayoritas dari utang tersebut biasanya tidak akan muncul dalam neraca utang pemerintah. Dengan demikian, utang ini tidak akan masuk dalam sistem pelaporan utang yang dibuat oleh lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia maupun Dana Moneter Internasional (IMF). rmo

Related posts

Menyamar sebagai Penyemprot Disinfektan, Pencuri Kuras Perhiasan Keluarga Jenazah Covid

redaksiWD

Video Klip Agnes Mo Diadaptasi ke Komik

redaksiWD

PLN Perpanjang Salurkan Stimulus Listrik Pemerintah hingga Desember 2021

redaksiWD