wartadigital.id
Ekbis Headline

Indef Ingatkan Pemerintah, Ekonomi Tumbuh 7 Persen Itu Cuma Ilusi

Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Indef Andry Satrio Nugroho

JAKARTA (wartadigital.id) – Pengendalian pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor penting dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Sekalipun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh positif 7,07 persen sepanjang triwulan II 2021, hal itu tidak lantas membuat kondisi perekonomian tetap aman ke depannya.

Demikian disampaikan Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Indef Andry Satrio Nugroho dalam webinar bertajuk Waspada Gelombang Dua Pemulihan Ekonomi: Tanggapan Kinerja Ekonomi Triwulan II 2021, Jumat (6/8/2021) sore.

“Pertumbuhan ekonomi berada di atas rata-rata kuartal II 2021 menunjukkan pertumbuhan ilusi atau semu karena basis kuartal l 2020 rendah (PSBB vs pelonggaran PPKM mikro),” kata Andry.

Atas dasar itu, Andry meyakini apabila terjadi pengetatan kembali di akhir Agustus 2021, maka efek perlambatan ekonomi akan melebihi PSBB di 2020 lau. Kuartal ketiga pun akan menjadi penentu dari gelombang pandemi selanjutnya.

Di sisi lain, penanganan pandemi yang terlambat akan menimbulkan risiko tekanan pada industri yang berimplikasi kepada pengangguran baru. “Pertumbuhan ekonomi tinggi dan pandemi yang tidak kunjung terkendali bukan merupakan dua kondisi yang baik,” demikian Andy.

Dalam webinar tersebut, turut hadir beberapa narasumber, di antaranya Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, Peneliti Center of Food, Energy and Sustainable Development Indef Rusli Abdullah Rusli Abdullah.

Untuk diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya telah melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang triwulan II 2021 tumbuh positif hingga 7,07% (yoy) dibandingkan dengan triwulan I 2021 sebesar 3,1%. Dengan pertumbuhan positif dua kuartal berturut-turut, Indonesia dipandang telah lolos dari resesi.

Terpisah, anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad  menyebut laju pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang diumumkan BPS sebesar 7,07 persen secara year on year (yoy), hanya ilusi. Catatan angka itu tidak mengubah fata yang ada di lapangan, di mana banyak sektor industri tutup akibat penanganan pandemi Covid-19.

“Pertumbuhan 7,07 merupakan pertumbuhan ekonomi ilusi. Karena angka pengangguran dan kemiskinan tidak berkurang,” katanya.

Dia menambahkan saat ini sektor pariwisata yang paling terdampak dan terkena pukulan cukup keras pandemi belum bisa bangkit. Bahkan ada pengusaha yang coba bunuh diri karena stres dengan kesulitan keuangan. “Warga di Pandeglang memasak batu karena kesulitan makan minum,” sambungnya.

Legislator dari Fraksi Gerindra ini juga menyoroti banyaknya program pemerintah untuk sektor ekonomi kecil dan menengah banyak yang disalahgunakan untuk praktik korupsi. “KUR banyak disalahgunakan oleh oknum perbankan dengan membuat dokumen pengajuan fiktif. Contoh  BRI Kab Pinrang Sulawesi Selatan,” ucapnya. set, rmo

Related posts

Jenazah Mochtar Kusumaatmadja Dimakamkan ke TMP Kalibata

redaksiWD

Bantu Pengguna Berkulit Sensitif, Mahasiswa ITS Ciptakan Pendeteksi Alkohol pada Parfum

redaksiWD

BPSDM Jatim Raih Akreditasi A, Siap sebagai Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Nasional

redaksiWD