wartadigital.id
Headline Manca

India Coba Redam Kemarahan Dunia Usai Munculnya Komentar Menghina Islam

AP
Muslim India memegang plakat menuntut penangkapan Nupur Sharma, Juru Bicara partai nasionalis Hindu yang memerintah atas sikapnya menghina Islam dan Nabi Muhammad  di Mumbai India, Senin (6 /6/2022). 

 

MUMBAI (wartadigital.id)  – Pemerintah India pada Senin (6/6/2022) berusaha untuk menenangkan kemarahan di dalam dan luar negeri setelah dua pejabat partai BJP yang berkuasa membuat pernyataan tentang Nabi Muhammad SAW .

Kementerian Luar Negeri India mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa tweet dan komentar ofensif itu tidak mencerminkan pandangan pemerintah.  “Tindakan keras telah diambil terhadap orang-orang ini oleh badan-badan terkait. Sangat disesalkan bahwa Sekretariat OKI sekali lagi memilih untuk membuat komentar yang memotivasi, menyesatkan dan nakal,” kata Juru Bicara Pemerintah India Arindam Bagchi seperti dikutip dari Reuters.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dalam sebuah pernyataan, mengatakan, penghinaan ini datang dalam konteks meningkatnya intensitas kebencian dan penghinaan terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap Muslim.

Badan berpengaruh yang beranggotakan 57 negara itu mengutip keputusan terbaru untuk melarang jilbab di lembaga pendidikan di beberapa negara bagian India dan penghancuran properti Muslim untuk menyoroti apa yang dikatakannya sebagai sikap bias pemerintah India. “Beberapa pejabat tinggi India terlibat dalam mengelola dampak diplomatik, karena negara-negara termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, UEA, Afghanistan, Pakistan dan Iran menuntut permintaan maaf dari pemerintah karena mengizinkan pernyataan yang menghina itu,” kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri India.

Selama akhir pekan, diplomat India yang ditempatkan di Teluk dan negara-negara Islam tetangga dipanggil oleh pejabat di negara-negara tersebut untuk memprotes komentar pejabat BJP.

Sebelumnya beberapa  negara Islam mengekspresikan kemarahannya atas pernyataan politisi India yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW . Politisi India tersebut adalah Nupur Sharma, Juru Bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India.

Partai pimpinan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi itu telah menskors Nupur Sharma pada  Minggu. Pernyataan Nupur Sharma dalam acara debat televisi di India yang dianggap menghina Nabi Muhammad telah memicu kemarahan umat Islam setempat. Bahkan, komentar itu telah memicu bentrok besar di wilayah beberapa hari lalu. Selain memicu kemarahan Muslim lokal, beberapa negara Islam juga marah dengan ulah politisi India tersebut. Berikut  beberapa Negara yang sejauh ini mengekspresikan kemarahannya:

Arab Saudi
Kerajaan Arab Saudi, melalui Kementerian Luar Negeri, mengecam keras pernyataan Nupur Sharma yang dianggap menghina Nabi Muhammad. Kementerian itu menegaskan kembali posisi Riyadh yang menyerukan penghormatan terhadap setiap kepercayaan dan agama. “Kementerian menekankan penolakannya terhadap setiap pelanggaran simbol Islam serta pelanggaran simbol dan tokoh penting dari semua agama,” kata kementerian tersebut, yang dilansir dari Arab News, Senin (6/6/2022).

Kepresidenan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, atas nama seluruh organisasinya, termasuk para khatib, imam, cendekiawan, dan karyawannya, turut mencela semua pernyataan dan gambar Nabi Muhammad SAW yang menyinggung.

Kuwait

Kementerian Luar Negeri Kuwait memanggil perwakilan diplomatik India di Kuwait City untuk memprotes pernyataan Nupur Sharma.

“Kuwait menuntut permintaan maaf publik atas pernyataan bermusuhan ini, yang kelanjutannya akan merupakan tindakan pencegahan atau hukuman untuk meningkatkan ekstremisme dan kebencian serta merusak elemen moderasi,” kata kementerian tersebut.

Qatar

Kementerian Luar Negeri Qatar telah memanggil Duta Besar India Deepak Mittal dan menyerahkan sebuah catatan resmi, mengungkapkan kekecewaan dan penolakan total atas komentar politisi BJP terhadap Nabi Muhammad SAW.

Iran

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan Duta Besar India untuk Teheran dipanggil ke Kementerian Luar Negeri oleh Direktur Jenderal Asia Selatan pada Minggu malam untuk menerima protes keras dari Republik Islam Iran. “Duta Besar India untuk Iran menyatakan penyesalannya dan menyebut penghinaan apapun terhadap Nabi Islam tidak dapat diterima,” tulis media Iran tersebut.

Pakistan

Islamabad pada hari Minggu mengecam politisi BJP, partai berkuasa di India, karena melontarkan pernyataan yang menghina terhadap Nabi Muhammad SAW. “Saya mengutuk dengan kata-kata sekuat mungkin komentar menyakitkan dari pemimpin BJP India tentang Nabi kita tercinta (SAW),” tulis Perdana Menteri Shehbaz Sharif di akun Twitter resminya.

“(Pakistan) telah mengatakan berulang kali India di bawah Modi menginjak-injak kebebasan beragama dan menganiaya Muslim. Dunia harus memperhatikan dan menegur India dengan keras,” lanjut PM Sharif.

Dalam sebuah debat yang disiarkan stasiun televisi Indian Times Now pada tanggal 26 Mei, Sharma diduga mengolok-olok Al-Qur’an, yang menurutnya telah mengatakan bahwa “Bumi itu datar”.

Dia juga membuat pernyataan tentang Nabi Muhammad SAW yang telah memicu kemarahan besar-besaran di kalangan umat Muslim India. “Nabi Muhammad menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan seks dengannya pada usia sembilan tahun,” kata Sharma dalam video tersebut. Video itu telah dihapus oleh stasiun televisi yang bersangkutan. rtr, sin, ins

Related posts

Dewa United Juarai eSports Tournament For Stronger Indonesia 

redaksiWD

Pakar ITS Ingatkan Bahaya Sampah Plastik Sekali Pakai

redaksiWD

Dukung GP Mandalika, Pelindo Sukses Layani Hotel Terapung Perdana

redaksiWD