UNAIR Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Desa Mriyunan melalui Pelatihan Servis AC

Pelatihan servis dan perawatan AC bagi anggota Karang Taruna Tunas Mulia, Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Sabtu (10/10/2026).

GRESIK (wartadigital.id)  – Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong pemberdayaan pemuda desa melalui program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan servis dan perawatan Air Conditioner (AC) bagi anggota Karang Taruna Tunas Mulia, Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis pemuda sekaligus membuka peluang usaha mandiri yang berpotensi menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan, Sabtu (10/10/2026)  yang diketuai oleh Prof Dr Khusnul Ain ST, MSi dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa UNAIR. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Kepala Desa Mriyunan, Sujari, dalam mendorong partisipasi pemuda serta memperkuat keberlanjutan usaha berbasis komunitas.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Prof Khusnul, program ini berangkat dari permasalahan keterbatasan keterampilan praktis dan peluang kerja yang dihadapi pemuda desa. Di sisi lain, meningkatnya penggunaan AC di rumah tangga maupun perkantoran membuka peluang ekonomi bagi tenaga teknis yang mampu memberikan layanan perawatan dan perbaikan secara profesional.

“Melalui kegiatan ini, tim pengabdian UNAIR berupaya menjembatani kebutuhan tersebut dengan membekali pemuda keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

Pelatihan dirancang untuk melibatkan 25 anggota Karang Taruna Tunas Mulia, dengan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik langsung.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Prof Dr Khusnul Ain ST, MSi ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa UNAIR dengan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik langsung. 

Materi pelatihan mencakup pengenalan prinsip kerja sistem pendingin udara, identifikasi kerusakan, pembersihan filter dan evaporator, perawatan unit indoor dan outdoor, pemeriksaan tekanan refrigeran, serta penggunaan alat ukur untuk mendukung diagnosis kerusakan. Aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) juga menjadi bagian penting agar peserta memahami prosedur kerja yang aman ketika menangani peralatan listrik dan sistem pendingin.

Tidak hanya pelatihan, program ini juga menyiapkan sarana pendukung untuk praktik dan pengembangan usaha. Peralatan servis AC menjadi fasilitas bersama yang dapat dimanfaatkan peserta selama pelatihan maupun untuk mendukung operasional usaha setelah program berakhir.

Tim pengabdian melibatkan dosen dengan kompetensi di bidang elektronika, sistem refrigerasi, keselamatan kerja, dan pemanfaatan teknologi. Kegiatan juga dirancang melibatkan mahasiswa dalam demonstrasi, pendampingan praktik, dokumentasi, serta evaluasi program. Dengan demikian, pengabdian ini menjadi ruang penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Prof Khusnul menambahkan, salah satu tujuan utama program adalah mendorong akselerasi UMKM dan usaha komunitas untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja lokal. Keterampilan servis AC diharapkan menjadi modal awal bagi pemuda untuk membangun kelompok teknisi dan mengembangkan unit usaha jasa di bawah naungan Karang Taruna Tunas Mulia.

Untuk mendukung keberlanjutan, program selanjutnya adalah merancang pendampingan setelah pelatihan, evaluasi keterampilan, serta penguatan pengelolaan usaha. Aspek pemasaran jasa, pengelolaan pelanggan, pencatatan keuangan, dan pemeliharaan peralatan menjadi bagian penting agar usaha yang dikembangkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata.

Program pelatihan dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis pemuda sekaligus membuka peluang usaha mandiri yang berpotensi menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal.

Dijelaskan Prof Khusnul, selain memberikan peluang pendapatan, perawatan AC secara berkala juga berpotensi membantu menjaga kinerja peralatan dan efisiensi penggunaan energi. “Dengan pemeliharaan yang tepat, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya penggunaan peralatan pendingin secara lebih efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.

Program ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemuda, dan masyarakat desa, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, menumbuhkan kewirausahaan berbasis komunitas, dan membangun kemandirian ekonomi Desa Mriyunan secara berkelanjutan. nti

Pos terkait