
SURABAYA (wartadigital.id) – Inovasi Adventure Remote Medicine of Airlangga and Alumni (ARMAdA) yang diwujudkan dalam Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) berhasil meraih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2022.
Masuk dalam klaster kementerian, ARMAdA mewakili Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada ajang yang diusung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas secara langsung memberikan penghargaan kepada Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak. Acara berlangsung pada Selasa (6/12/2022) di Hotel Bidakara Kota Jakarta Selatan.
Menpan RB menyebutkan, penghargaan ini diberikan sebagai upaya mendorong percepatan reformasi birokrasi dan pelayanan publik di Indonesia. Ia berharap, inovasi-inovasi hebat, seperti ARMAdA, dapat direplikasi oleh daerah-daerah yang ada di Indonesia.
“Saya yakin, kolaborasi akan memberikan dampak yang signifikan untuk kemajuan Indonesia. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus mendorong inovasi dalam reformasi birokrasi,” sebutnya.
Usai menerima penghargaan, Rektor Unair Prof Nasih menyebutkan bahwa inovasi ARMAdA sejalan dengan harapan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih berdampak.
“Harapan ini terwujud melalui RSTKA yang impact-nya luar biasa dalam menangani ribuan pasien, termasuk kelahiran dan kasus sulit yang membutuhkan penanganan medis di daerah terpencil,” sebutnya.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair itu menyebut, inovasi sederhana yang dimulai dari menyulap kapal pinisi menjadi rumah sakit terapung, justru dapat memberikan dampak yang luar biasa. Di antaranya menyelamatkan kelahiran, membantu vaksinasi, sosialisasi, dan melakukan beberapa riset.
“Dari sini kita sesungguhnya paham, bahwa inovasi sederhana di Indonesia seperti RSTKA (Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga, Red) mampu memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi pengabdian para dokter, tenaga kesehatan, dan relawan yang rela memberikan waktu, tenaga, dan ilmu bagi kegiatan pengabdian terhadap masyarakat.
Menyelamatkan Anak Bangsa
Sebagai informasi, RSTKA merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang dibentuk atas keprihatinan dr Agus Hariyanto SpB yang merupakan dokter lulusan Unair terhadap minimnya akses pelayanan kesehatan pada masyarakat pesisir dan perbatasan.
Mengusung konsep Adventure and Remote Medicine, pemberian pelayanan kesehatan dilakukan dengan menggunakan kapal pinisi yang berlayar menuju pulau-pulau terpencil di Indonesia.
Dalam menjalankan pelayanan, dokter dan tenaga kesehatan mengabdikan diri mengarungi samudera demi memastikan masyarakat pelosok mendapatkan pelayanan kesehatan. Kapal yang disulap menjadi rumah sakit terapung itulah yang membawa ribuan nyawa terselamatkan di atas meja operasi, termasuk bayi ke-60 yang lahir pada Juni 2022 silam.
Hadirnya RSTKA seolah menjadi oase bagi daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) di Indonesia. Sejak beroperasi pada tahun 2017, RSTKA tercatat telah mengunjungi lebih dari 60 pulau terpencil, dan menangani lebih dari 20.000 kasus bedah dan kesehatan dasar lainnya.
Selain melakukan perawatan pasien, RSTKA juga giat melakukan upaya pemerataan kesehatan, utamanya pada bidang sanitasi dan kebersihan kepada masyarakat kepulauan terpencil.
Selain klaster kementerian, penghargaan diberikan klaster lembaga, badan usaha milik negara (BUMN), provinsi, kabupaten, kota, dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation. rya