
Tank Israel merangsek maju ke Provinsi Provinsi Quneitra di Suriah selatan.
TEL AVIV (wartadigital.id) – Pasukan pendudukan Israel ditempatkan di semua perbukitan strategis dan lokasi militer di Provinsi Quneitra di Suriah selatan. Sputnik melaporkan hal itu mengutip sumber-sumber Suriah.
Diyakini tentara pendudukan Israel sekarang menguasai 95% wilayah tersebut. Selain itu, saluran Al-Mayadeen dikutip Kamis (19/12/2024) melaporkan pasukan Israel telah menguasai dasar Sungai Yarmouk dan Bendungan Al-Wahda, yang memasok air ke Yordania untuk minum dan pertanian, dan listrik tenaga air ke Suriah. Menguasai bendungan tersebut memberi Israel kendali atas salah satu sumber air utama di Suriah.
Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), pasukan Israel memasuki Desa Koya dan Bendungan Al-Wahda yang bersejarah di dekat perbatasan Suriah-Yordania. Pasukan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, setelah peringatan kepada penduduk untuk menyerahkan senjata mereka di daerah tersebut.
Al-Mayadeen juga menyatakan tentara Israel telah merebut 440 kilometer persegi wilayah Suriah. Laporan lebih lanjut menunjukkan, dalam sepekan terakhir saja, militer Israel melakukan 450 serangan udara yang menargetkan 50 lokasi militer di Suriah. Israel merebut wilayah yang sangat luas di perbatasan Suriah seiring tumbangnya rezim Bashar al-Assad.
Putin Sindir Israel Menang Banyak
Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin menyindir Israel sebagai penerima manfaat utama atau pemenang besar dari krisis yang terjadi di Suriah. Sindiran itu disampaikan saat dia mengomentari invasi militer tentara Zionis ke Suriah setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.
Berbicara pada konferensi pers akhir tahun tahunannya pada Kamis, Putin menekankan bahwa meskipun kekhawatiran keamanan nasional Israel dapat dimengerti, Rusia mengutuk keras perebutan wilayah Suriah apa pun—mengacu pada pergerakan maju pasukan Israel baru-baru ini ke Dataran Tinggi Golan dan sekitarnya. “Seseorang dapat memiliki sikap apa pun terhadap apa yang dilakukan Israel. Tetapi Rusia mengutuk perebutan wilayah Suriah mana pun. Ini jelas. Posisi kami di sini tegas,” imbuh Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (20/12/2024).
Pada saat yang sama, Putin mengakui bahwa Israel sedang menyelesaikan berbagai masalah yang terkait dengan keamanan nasionalnya, dan menyatakan harapan bahwa Tel Aviv pada akhirnya akan menarik pasukannya dari wilayah Suriah.
Namun, Putin mencatat bahwa sejauh ini, Israel justru mengirim lebih banyak pasukan melintasi perbatasan dan menyuarakan kekhawatiran bahwa mereka tidak hanya tidak berniat meninggalkan wilayah tersebut, tetapi tampaknya berencana untuk menduduki Dataran Tinggi Golan. “Penduduk setempat bahkan baru-baru ini mengajukan permintaan untuk dianeksasi ke Negara Yahudi,” kata Putin, sambil menunjukkan bahwa hal ini menciptakan masalah lain, dan bahwa masalah disintegrasi Suriah harus diselesaikan sesuai dengan piagam PBB, yang memberikan hak kepada negara-negara untuk menentukan nasib sendiri.
Setelah runtuhnya pemerintahan Assad, Israel telah melakukan ratusan serangan udara terhadap pelabuhan, lapangan udara, dan depot senjata Suriah, dan memajukan pasukannya melewati zona demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menjelaskan bahwa negaranya tidak dapat membiarkan kelompok “jihadis” mengisi kekosongan yang tercipta di perbatasan Suriah dan mengancam masyarakat Israel di Dataran Tinggi Golan. Sejak saat itu, pemerintah Israel juga telah menyetujui rencana untuk menggandakan populasi Yahudi di Dataran Tinggi Golan dan memperkuat wilayah tersebut. “Kami akan terus mempertahankannya, membuatnya berkembang, dan menetap di sana,” demikian pernyataan dari kepala pemerintahan Israel. sin, ins