Israel Luncurkan Serangan Artileri ke Suriah

Reuters
Serangan artileri di wilayah barat Daraa, Suriah, Sabtu (11/11/2023).

 

TEL AVIV (wartadigital.id) – Israel dikabarkan meluncurkan tujuh serangan artileri di wilayah barat Daraa, Suriah, Sabtu (11/11/2023).

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan sumber lokal Suriah, serangan tersebut menandai tindakan terbaru rezim Israel di wilayah selatan Suriah yang menyebabkan kerusakan material.

“Serangan Israel menyebabkan sejumlah kerusakan material,” kata sumber lokal, seperti dikutip Mehr News, Minggu (12/11/2023).

Kabar tersebut muncul setelah sumber militer Suriah baru-baru ini mengungkapkan bahwa Israel mencoba melakukan serangkaian serangan dengan menargetkan daerah tersebut.

Sejauh ini pihak Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan yang diluncurkan di tengah eskalasi konflik dengan Palestina

Sementara itu, pemerintah Suriah sendiri telah berulang kali mengutuk serangan rezim Zionis terhadap negaranya melalui pernyataan dan surat yang ditulis kepada PBB.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memerintahkan serangan udara terhadap gudang senjata di Suriah yang diduga digunakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dan kelompok-kelompok afiliasinya. Serangan ini menandai respons terbaru Washington terhadap serangan pesawat tak berawak dan roket terhadap pangkalan-pangkalannya di wilayah tersebut. “Dua jet tempur F-15 AS melakukan serangan udara terbaru pada Rabu (8/11/2023) di Suriah timur,” ungkap pernyataan Pentagon.

Serangan ini menyusul serangan di wilayah yang sama pada 26 Oktober 2023 terhadap kelompok pejuang yang didukung Iran yang dituduh Washington bertanggung jawab atas serangan terhadap pangkalan-pangkalannya.  Pos-pos ilegal AS di Suriah dan pangkalan militer Irak telah diserang 38 kali sejak 17 Oktober, yang mencerminkan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut di tengah perang Israel-Hamas.

Teheran telah berulang kali memperingatkan berbagai kekuatan regional tidak akan tinggal diam dan “front baru” akan terbuka, jika Washington terus mendukung Israel dalam pemboman di Gaza. Sebanyak 45 tentara AS terluka dalam serangan drone dan roket tersebut. Serangan 18 Oktober terhadap pangkalan udara al-Asad di Irak menyebabkan kematian seorang kontraktor AS yang meninggal saat berlindung di tempat tersebut. “Amerika Serikat sepenuhnya siap mengambil tindakan lebih lanjut yang diperlukan untuk melindungi rakyat dan fasilitas kami. Kami mendesak agar eskalasi apa pun tidak terjadi,” ujar Pentagon.

Pasukan AS secara ilegal masih menduduki wilayah kaya minyak di timur laut Suriah sejak 2014, dengan dalih melawan Negara Islam (ISIS). Pendudukan terus berlanjut meskipun kelompok teroris tersebut sudah dikalahkan pasukan Rusia, AS, Suriah dan Iran di wilayah yang berada di bawah kendali Damaskus. rmo, ins