Israel Sepakati Gencatan Senjata, Perbatasan Gaza-Mesir Dibuka

Reuters
Pembukaan perbatasan Gaza dan Mesir, Rafah, akan dibuka dalam beberapa jam selama satu hari.

 

TEL AVIV (wartadigital.id) – Israel telah sepakat melakukan gencatan senjata di Gaza selatan. Kesepakatan ini dihasilkan setelah melakukan negosiasi dengan Mesir dan Amerika Serikat (AS).

Bacaan Lainnya

Gencatan senjata dimulai pada Senin (16/10/2023) pukul 06.00 waktu setempat. Dua sumber keamanan di Mesir mengatakan gencatan senjata akan berlangsung selama beberapa jam, namun mereka tidak mengetahui secara pasti durasinya.

Mereka juga mengatakan ketiga negara telah sepakat bahwa perbatasan Gaza dan Mesir, Rafah, akan dibuka hingga pukul 14.00 waktu setempat selama satu hari. Reuters menyebut, Rafah adalah satu-satunya penyeberangan ke wilayah yang tidak dikuasai Israel.

Sumber keamanan dan sumber LSM di Al-Arish mengatakan truk bantuan masih menunggu di sana setelah pukul 06.00 waktu setempat.

Bantuan yang datang dari beberapa negara dan organisasi terhenti di Al-Arish menunggu kesepakatan mengenai pengiriman bantuan dan evakuasi warga asing dari Gaza.

Israel Dikepung Banjir dan Badai Pasir

Cuaca buruk ekstrem melanda sejumlah wilayah di Israel di tengah serangan besar yang akan dilancarkan militernya ke wilayah Gaza Palestina.

Daerah perbatasan Israel dilanda badai pasir yang mengerikan. Bahkan hujan tersebut menyebabkan banjir di kota itu hingga invasi terpaksa harus ditunda. Kondisi cuaca yang ekstrem memaksa otoritas Israel untuk menunda operasi darat yang telah dilancarkan di Jalur Gaza.

Di mana bencana tak terduga itu melanda Tel Aviv pada Minggu (15/10/2023). Dalam video yang beredar terlihat mobil-mobil berusaha melintasi jalan yang tergenang.

Sementara itu, keputusan untuk menunda operasi militer di Jalur Gaza diambil menyusul adanya banjir yang melanda Tel Aviv. Pemerintah Israel harus memprioritaskan penanganan darurat dan keselamatan warganya di tengah bencana.

Di sisi lain menurut 3 pejabat senior Israel mereka menunda invasi itu karena kondisi cuaca buruk. Di mana hal itu akan mempersulit pilot pesawat dan operator drone untuk melakukan operasi udara yang mendukung pasukan darat Israel. rmo, ins