ITS Borong Tujuh Trofi Juara di KKCTBN 2022

Anggota Tim Barunastra ITS saat mempersiapkan kapal Arlong-002 sebelum bertanding di sub kategori Kapal Patroli Catamaran dengan daya FERC di KKCTBN 2022.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Berbagai tim perwakilan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan bangga berhasil membawa pulang tujuh trofi juara pada dua kategori di Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2022 yang dituanrumahi oleh Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dan telah berakhir pada Senin (14/11/2022).

Bacaan Lainnya

KKCTBN 2022 merupakan kontes yang mendorong para peserta untuk turut berperan dalam kemandirian pertahanan dan keamanan laut Indonesia. Diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, ITS sukses membawa pulang beberapa piala pada kategori Desain Inovasi Augmented Reality (AR) Kapal Militer dan Pembuatan dan Performa Prototipe Kapal Militer.

Pada kategori Desain Inovasi AR Kapal Militer dengan sub kategori Autonomous Semi-Submarine Drone (ASSD), Tim Nawasena ITS kembali mendapatkan juara pertama yang diikuti oleh Tim Banyubramanta ITS di posisi kedua. Dalam kategori yang sama, Nawasena ITS juga mengamankan juara harapan I pada sub kategori Kapal Patroli Catamaran dan harapan kedua pada sub kategori High Speed Support Vessel (HSSV) Catamaran.

Di sisi lain, pada kategori Pembuatan dan Performa Prototipe Kapal Militer, Tim Barunastra ITS memperoleh juara harapan I pada sub kategori ASSD. Tak hanya itu, pada sub kategori Kapal High Speed Support Vessel (HSSV) Catamaran dengan daya Electric Remote Control (ERC), Tim Barunastra ITS berhasil mendapatkan juara pertama dan Tim Arkana ITS yang menduduki juara ketiga di kategori yang sama.

General Manager Tim Nawasena ITS Ipung Nur Wahyu Fadholi mengungkapkan bahwa terdapat beberapa aspek penilaian pada kategori Desain Inovasi AR Kapal Militer yang diikuti timnya. Di antaranya seperti konsep desain, rencana garis, rencana umum, stabilitas kapal, kebutuhan daya, serta pembuatan AR. “Pembuatan AR visualisasi kapal menjadi cukup menantang sebab memiliki bobot yang paling besar karena tingkat kerumitannya,” ungkapnya, Selasa (15/11/2022).

Tak hanya itu, Ipung mengaku, perolehan Tim Nawasena ITS di tiga sub kategori yang diikutinya tidak lepas dari peran serta dosen-dosen dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan (DTSP) ITS. “Dukungan turut kami dapatkan dari Kepala DTSP ITS yakni Benny Cahyono ST MT PhD serta dosen pembimbing yakni Dr Achmad Baidowi ST MT dan Dr Ir Agoes Santoso MSc MPhil,” tambahnya.

Dikerjakan selama dua bulan penuh, pengerjaan dari ketiga desain kapal ini turut menerapkan konsep spiral design. Konsep ini membuat proses desain kapal akan diperbarui secara terus menerus hingga mendapatkan hasil yang paling optimal. “Meski memakan waktu yang cukup lama, namun penerapannya akan membuat kapal semakin realistis untuk diwujudkan,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager Tim Barunastra ITS Nawab Aditya menjelaskan, masing-masing sub kategori di Lomba Pembuatan dan Performa Prototipe Kapal Militer memiliki tantangannya masing-masing. Di antaranya seperti sub kategori Kapal HSSV dengan daya ERC dan Kapal Patroli Catamaran dengan daya Fuel Engine Remote Control (FERC) yang menuntut kapal melaju dengan kecepatan tinggi sekaligus ketepatan dalam menembak target yang ada.

Selain itu, tantangan turut ditemui pada kategori Prototipe Kapal ASSD yang menantang peserta untuk membuat kapal yang dapat menyelam pada kedalaman tertentu dan dapat bermanuver sekaligus menembakkan prototipe torpedo ke sasaran secara autonomous. “Tentu aspek penilaian yang berbeda dengan tahun lalu (KKCTBN 2021, Red) menambah kesulitan sekaligus rasa semangat untuk menaklukkannya,” tuturnya.

Nawab berharap, hasil yang diraih oleh tim yang dibimbing oleh Dr Rudy Dikairono ST MT ini tidak membuat timnya cepat puas, melainkan terus terpacu untuk terus berkembang. “Tentu Tim Barunastra ITS akan terus berusaha untuk mengharumkan nama ITS serta menghasilkan inovasi dalam berkontribusi pada kemandirian pertahanan dan keamanan Indonesia,” tutupnya penuh harap. rya