
PONOROGO (wartadigital.id) – Presiden Jokowi bakal melakukan kunjungan kerja di Ponorogo, Selasa (7/9/2021) besok. Untuk memastikan keamanan kunjungan Jokowi, Senin (6/9/2021) hari ini seluruh petugas yang tergabung dalam kegiatan pengamanan kunjungan Presiden meninjau lokasi tujuan kunker. Pengecekan dilakukan agar ada kepastian situasi tetap aman dan kondusif selama orang nomor satu di Indonesia itu berada di Ponorogo.
Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis beserta PJU Polres Ponorogo mendampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan sejumlah PJU Polda Jatim dalam pengecekan wilayah kunker Presiden ke beberapa wilayah di Ponorogo itu. Di antaranya Bendungan Bendo di Kecamatan Sawo dan Pondok Duri Sawo Kecamatan Ponorogo, Senin (6/9/2021).
Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan keamanan orang nomor satu di Indonesia ini merupakan tanggung jawab aparat keamanan baik TNI maupun Polri. Meski TNI menjadi leading sector dalam pengamanan, tetapi Polri tetap memiliki peran penting dalam kegiatan tersebut.
“Seluruh petugas diharapkan dapat menjalin koordinasi baik saat melakukan pengamanan agar kunjungan Presiden ke Ponorogo dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Sejumlah lokasi yang diprediksi akan dikunjungi Presiden RI, kata Azis harus disterilkan dari gangguan Kamtibmas. Mengingat kunjungan Presiden RI ini masih bersifat tentatif. “Kami berharap situasi aman dan kondusif selama beliau (Presiden) melaksanakan kunjungan di wilayah Ponorogo,” kata AKBP Mochamad Nur Azis.
Bendungan Bendo memiliki kapasitas tampung 43,11 juta m3 yang akan dimanfaatkan untuk peningkatan layanan irigasi seluas 7.800 hektare di Kabupaten Ponorogo dan Madiun sebagai sentra pertanian Jawa Timur.
Selain sebagai layanan irigasi, manfaat lain Bendungan Bendo adalah sumber air baku domestik dan industri berkapasitas 790 liter/detik bagi Kabupaten Madiun sebesar 418 liter/detik dan Ponorogo 372 liter/detik. Selain itu akan mereduksi debit banjir Kota Ponorogo dari 1.300 m3/detik menjadi 490 m3/detik dan pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 MW.
Bendungan setinggi 71 meter dengan tipe urukan ini membendung Sungai Keyang yang merupakan anak sungai Bengawan Madiun (anak sungai Bengawan Solo). Konstruksi dilakukan pada 2013 – 2020 (multi years contract) menggunakan APBN sebesar Rp 1.032 miliar yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya (KSO). tok