
SIDOARJO (wartadigital.id) – Sejak 2017 hingga 2021, jumlah anak yang tidak lengkap imunisasi dasar (drop out) di Sidoarjo sebanyak 3.065 anak. Masih menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo ada sebanyak 973 bayi usia 0-12 bulan yang belum diimunisasi lengkap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo drg Staf Satriawarman menyebut di Kabupaten Sidoarjo mulai Januari hingga Juli 2022 tercatat ada 3 kasus terduga difteri, dengan tidak ada toxigenic. Sebanyak 10 kasus terduga accute flaccid paralysis yang terlapor dengan hasil negatif polio, dan 109 kasus suspect measles/ rubella dengan hasil 3 kasus campak, / measles dan 11 kasus rubella tersebar di 8 kecamatan.
Untuk menekan angka kasus-kasus di atas, maka hal ini bisa dicegah melalui imunisasi. Pemkab Sidoarjo turut menyukseskan bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahap II Jawa – Bali. Launching BIAN Kabupaten Sidoarjo dilakukan Selasa (2/8/2022) hari ini di Kantor Desa Bluru Kidul Kecamatan Sidoarjo.
“BIAN ini merupakan upaya pemerintah untuk menutup kesenjangan/ gap ( imunisasi yang tidak terlaksana) pada saat pandemi kemarin, untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” jelas drg Syaf Satriawarman pada saat membuka launching BIAN.
Menurut drg Syaf, BIAN dilaunching hari ini bersamaan dengan pelaksanaan posyandu di Desa Bluru Kidul. Untuk selanjutnya BIAN akan dilaksanakan oleh seluruh posyandu di masing – masing kecamatan.
Sasaran BIAN dengan kegiatan kejar imunisasi cukup tinggi. Dan kampanye sasaran MR (Measles-Rubella) anak usia 9-56 bulan sebanyak 121.00 anak
Dilihat dari target sasaran BIAN ini, menurutnya Kabupaten Sidoarjo mempunyai risiko sedang untuk terjadinya KLB, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Melalui pelaksanaan BIAN ini, selain untuk kejar imunisasi, juga untuk menjadikan anak – anak yang sehat terlindungi dari berbagai macam penyakit dan pada gilirannya membentuk generasi bangsa yang tangguh serta membuat Indonesia lebih maju. sis