Kalender Even 2026 Dongkrak Potensi Wisata hingga Ekonomi Lokal Lamongan

Kalender even dijadikan sebagai pendongkrak potensi wisata dan wisatawan di Kabupaten Lamongan

LAMONGAN (wartadigital.id) – Kalender even 2026 telah resmi diluncurkan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lamongan (Disbudporapar) pada minggu lalu.

Hadirnya Kalender Even dijadikan sebagai pendongkrak potensi wisata dan wisatawan di Kabupaten Lamongan.

Bacaan Lainnya

Dituturkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lamongan Siti Rubikah, Kalender Even 2026 juga dijadikan media dalam memperkenalkan berbagai macam kearifan lokal yang ada di Lamongan, memromosikan kunjungan wisatawan (wisatawan bisa tahu kapan dan dimana even berlangsung).

Tidak hanya itu, melalui Kalender Even diyakini mampu mendorong pergerakan ekonomi lokal, melalui pelaku UMKM lokal, penginapan, transportasi pun turut berkembang.

Sehingga dalam mendongkrak pariwisata yang dilakukan, tidak semata-mata berorientasi pada jumlah kunjungan. Tetapi lebih pada kualitas pengalaman wisatawan, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan.

“Kalender Even memang rutin diluncurkan setiap tahun sebagai media promosi pariwisata terencana (year-round tourism), sehingga tidak hanya ramai di musim tertentu. Melalui promosi ini, secara tidak langsung dapat melestarikan budaya dan tradisi lokal,” tutur Rubikah saat ditemui, Senin (26/1/2026) di Kantor Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lamongan.

Tercatat ada 94 even yang masuk dalam Kalender Even 2026, 50 diantaranya merupakan even pariwisata dan budaya, 12 even olahraga, 18 even ekonomi kreatif, dan 12 even berasal dari bidang peternakan, lingkungan, dan sosial.

Seluruhnya merupakan kegiatan yang berdampak pada publik luas, mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif, memiliki kepastian waktu dan lokasi, dan bersifat ikonik.

Untuk mengoptimalkan Kalender Even 2026, Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lamongan berkolaborasi OPD, Kecamatan, termasuk dengan pelaku usaha, hingga wisata desa. amo

Pos terkait