wartadigital.id
Headline Nasional

Kemendikbud Buka Akses Seluas-luasnya Tempuh Pendidikan PT, Sejumlah Kalangan Beri Apresiasi Positif

Aktivitas mahasiswa sebelum pandemi Covid-19. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengajak siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk memanfaatkan KIP Kuliah Merdeka yang disediakan pemerintah.

JAKARTA (wartadigital.id) – Sejumlah pihak mengapresiasi inisiatif baik Kemendikbud dalam memberikan akses seluas-luasnya bagi seluruh anak muda di Indonesia untuk menempuh pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui jalur KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah. Apalagi Kemendikbud mengubah skema KIP Kuliah 2021 dengan memberikan bantuan biaya pendidikan (uang kuliah) dan biaya hidup yang jauh lebih tinggi.

Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Syaiful Huda menjelaskan bahwa Kemendikbud meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kesembilan KIP Kuliah. Beasiswa yang diberikan melalui KIP Kuliah bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat tidak mampu pada pendidikan tinggi yang lebih merata dan berkualitas,

“Melalui KIP Kuliah kita ingin anak-anak muda di berbagai pelosok Indonesia terus bisa meraih prestasi sebaik-baiknya dan bisa menggenggam masa depan untuk  Indonesia yang lebih baik dan bermartabat demi membangun peradaban yang sehebat-hebatnya di masa depan,” ujarnya  dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode Kesembilan “KIP Kuliah Merdeka” secara virtual, Jumat (26/3/2021).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meyakini bahwa program KIP Kuliah sangat strategis untuk meningkatkan aksesbilitas dan kesetaraan pada pendidikan tinggi. KIP Kuliah menjadi instrumen untuk mencapai dan mewujudkan cita-cita generasi muda bangsa. Oleh karena itu, ia sangat mendukung adanya penyesuaian skema pembiayaan KIP Kuliah.

Menurutnya, kebijakan ini sangat bagus dan relevan kondisi keragaman di negara Indonesia.  “Sekarang, setiap anak bisa memperluas kesempatannya untuk belajar apa yang ia dambakan dan mudah-mudahan mereka bisa fokus kuliahnya,” harap Hetifah.

Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso menyatakan dukungannya terhadap penyaluran Kartu KIP Kuliah Merdeka. Himbara sebagai penyalur memastikan pencairan KIP Kuliah Merdeka bisa dilayani di seluruh unit kerja Himbara. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan inovasi dalam layanan keuangan yang terbaik dan menjadi one stop financial service dalam rangka mengembangkan KIP Kuliah Merdeka menjadi lebih baik lagi,” jelas Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini.

Untuk diketahui Mendikbud  Nadiem Anwar Makarim mengajak siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk memanfaatkan KIP Kuliah Merdeka yang disediakan pemerintah. Ada beberapa kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai penerima KIP Kuliah Merdeka, di antaranya melalui jalur seleksi UTBK-SBMPTN. Sementara itu, bagi siswa kurang mampu yang tidak lolos SNMPTN dan SBMPTN masih bisa mendaftar KIP Kuliah melalui jalur seleksi mandiri PTN yaitu pada Agustus – Oktober 2021, tergantung jadwal seleksi mandiri di setiap PTN. Ataupun, dapat melalui seleksi masuk PTS, kapan saja hingga masa pendaftaran PTS selesai.

“Informasi dan pendaftaran KIP Kuliah bagi calon mahasiswa baru tahun 2021 dapat ditemukan pada kipkuliah.kemdikbud.go.id,” ujar Nadiem.

Kepada para pimpinan perguruan tinggi, Mendikbud mengimbau agar perguruan tinggi memperbanyak sosialisasi kepada siswa-siswa kurang mampu agar mereka mau dan berani mendaftar pada perguruan tinggi dan program studi unggulan di universitas terbaik. “Mulailah menerima mahasiswa kurang mampu dan bukalah semua program studi sebesar-besarnya bagi penerima KIP Kuliah. Karena batas biaya pendidikan tidak menjadi masalah lagi,” imbau Mendikbud di akhir paparannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im optimistis calon mahasiswa baru tahun akademik 2021/2020 yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi akan lebih percaya diri dalam memilih prodiprodi unggulan di berbagai kampus terbaik, termasuk PTN berbadan hukum (PTN-BH). “Kami yakin (program ini) akan membuat mahasiswa lebih berani lagi, atau tidak lagi khawatir biaya kuliah yang lebih tinggi daripada biaya kuliah yang disediakan di program KIP Kuliah,” ucapnya.

Dijelaskannya karena KIP Kuliah ini sudah menyediakan dana untuk membayar uang kuliah yang lebih besar, yaitu maksimal Rp 12 juta maka mahasiswa tidak perlu khawatir lagi tentang prodi-prodi yang akan dipilih. Bahkan universitas yang akan menjadi tujuannya termasuk di daerah mana, biaya hidup juga sudah kita sesuaikan, sesuai dengan tingkat kemahalan daerah. set, ttw

Related posts

Warga Madura Diimbau Tak Lakukan Tradisi Toron saat Idul Adha

redaksiWD

Sinetron Zahra Banyak Dikritik, Pakar Komunikasi UNAIR Minta Penayangan Dihentikan

redaksiWD

Wagub Emil Imbau Warga Tak Pulang Kampung

redaksiWD