
PROBOLINGGO (wartadigital.id) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo terus mendorong kesiapan calon jamaah haji 2027, terutama dari sisi kesehatan.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui peninjauan pelaksanaan skrining kesehatan calon jamaah haji di Kecamatan Maron oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenhaj Kabupaten Probolinggo Ervin Syarif Arifin.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pelayanan kesehatan sekaligus memastikan calon jamaah mendapatkan perhatian sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing. Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting dalam persiapan ibadah haji agar kondisi fisik amaah dapat diketahui sejak dini.
Dalam kegiatan itu, Ervin berinteraksi langsung dengan calon jamaah haji dan memantau proses skrining yang berlangsung. Perhatian khusus diberikan kepada jamaah lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pendekatan pelayanan lebih ramah, nyaman dan sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Ervin menegaskan, pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting dari persiapan keberangkatan calon jamaah haji. Kesiapan fisik perlu diperhatikan sejak awal agar jamaah dapat menjalani tahapan persiapan ibadah dengan lebih baik.

“Skrining kesehatan ini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi calon jamaah haji sejak dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan masing-masing jamaah, kebutuhan pelayanan dapat diidentifikasi dan dipersiapkan dengan lebih baik, sehingga jamaah dapat menjalani persiapan ibadah haji secara optimal,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang mengedepankan kepedulian, terutama bagi jamaah lanjut usia. Pendekatan Haji Ramah Lansia diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis dan memperhatikan kenyamanan jamaah.
“Kami ingin memastikan calon jamaah haji, khususnya para lansia mendapatkan pelayanan yang ramah, nyaman dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Prinsip Haji Ramah Lansia harus diwujudkan melalui kepedulian, kesabaran serta perhatian terhadap keselamatan dan kondisi kesehatan jamaah,” jelasnya.
Menurut Ervin, persiapan kesehatan calon jamaah haji membutuhkan kerja sama yang baik antara Kementerian Haji dan Umrah, tenaga kesehatan serta pihak terkait. Koordinasi tersebut penting untuk mendukung pelayanan yang terarah dan membantu mengidentifikasi kebutuhan kesehatan jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
“Melalui skrining kesehatan ini, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo berharap kesiapan calon jamaah haji 2027 dapat dipersiapkan secara lebih optimal. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen peningkatan kualitas pelayanan haji yang profesional, inklusif dan berorientasi pada kebutuhan jamaah,” harapnya.
Semangat Haji Ramah Lansia menjadi landasan untuk memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, sehingga setiap calon jamaah dapat menjalani tahapan persiapan ibadah dengan lebih tenang serta memiliki kesiapan kesehatan yang memadai. pbo, oli





