wartadigital.id
Headline Sport

Khofifah Beri Penghargaan dan Bonus kepada Atlet Disabilitas Khalimatus Sadiyah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyematkan lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada atlet disabilitas Khalimatus Sadiyah di Surabaya, Rabu (13/10/2021).

 

SURABAYA (wartadigital.id)  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada atlet disabilitas berprestasi Khalimatus Sadiyah.

“Lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas merupakan tanda kehormatan tertinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada seseorang yang telah berdedikasi dan berprestasi mengangkat nama Jawa Timur,” katanya di Surabaya, Rabu (13/10/2021).

Bagi Khofifah, Khalimatus Sadiyah tidak hanya mengangkat nama Jawa Timur, melainkan telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional atas prestasinya di Paralimpiade Tokyo 2020, yang berlangsung belum lama ini.

Atlet kelahiran Mojokerto, 17 September 1999 itu  berpasangan dengan Leani Ratri Oktila di cabang olahraga bulu tangkis nomor ganda putri klasifikasi SL3-SU5 Paralimpiade Tokyo 2020.

Klasifikasi SL3 -SU5 merupakan atlet dengan gangguan berjalan atau tidak seimbang, serta keterbatasan bagian tubuh atas.

Di babak final yang berlangsung di Yoyogi National Stadium Tokyo Jepang,  Sadiyah/Ratri  berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan pasangan ganda Cheng Hefang/Ma Huihi dari Tiongkok dalam dua gim langsung, dengan skor 21-18, 21-12.

Khofifah menyematkan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada Khalimatus Sadiyah usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke- 76 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (13/10/2021).

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memberikan bonus prestasi kepada Khalimatus Sadiyah berupa uang sebesar Rp 750 juta.

Khalimatus Sadiyah mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya prestasinya ini berhasil diraih tak lepas dari dukungan dari berbagai pihak.

Alim, sapaan akrabnya, dengan segala keterbatasannya sebagai penyandang disabilitas, telah menyukai olahraga sejak kecil, di antaranya dengan bermain bola voli dan sepak bola.

Alim kemudian mulai serius menggeluti olahraga bulu tangkis ketika duduk di bangku kelas 5 SD dengan bergabung klub Bendo Sport di Mojosari Mojokerto.

Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Paralimpiade, tercatat terakhir kali memperoleh medali emas pada 1980 yang berlangsung di Arnhem Belanda.

Maka medali emas yang diraih Alim bersama Ratri di Paralimpiade Tokyo 2020 adalah pertama kalinya setelah mengalami “paceklik” selama 41 tahun. Indonesia menempati peringkat 43 di Paralimpiade Tokyo 2020 dengan total perolehan sembilan medali, yaitu dua emas, tiga perak dan empat perunggu.  hdi

Related posts

ICW Kirim Surati Kapolri Minta Berhentikan Firli dari Polri

redaksiWD

Gubernur Khofifah Sampaikan Belasungkawa dan Dukacita Mendalam atas Gugurnya Seluruh Prajurit Nanggala-402

redaksiWD

Relawan Pengemudi Ambulans Siap Dukung Pemkot Surabaya Maksimalkan Penanganan Covid-19

redaksiWD