Khofifah Resmikan Gedung Baru BKD Jatim

Peresmian gedung baru BKD Jatim ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Khofifah didampingi Kepala Dinas BKD Jatim Indah Wahyuni.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan gedung baru Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim di Jl Jemur Andayani No1 Siwalankerto Surabaya, Senin (20/2/2023) malam. Gedung baru BKD yang telah dibangun selama tiga tahun sejak 2020 ini memiliki lima lantai dan berada di atas lahan seluas 1.600 meter.

Bacaan Lainnya

Peresmian gedung baru BKD Jatim ini ditandai dengan penekanan tombol sirine dilanjutkan penandatanganan prasasti, pemotongan tali dan tumpeng oleh Gubernur Khofifah dan Kepala Dinas BKD Jatim Indah Wahyuni.

Atas diresmikannya gedung tersebut, Gubernur Khofifah berharap akan menjadi pengungkit kompetensi dan kinerja  manajemen  kepegawaian baik ASN maupun non ASN. Terlebih dengan dukungan perangkat baru berbasis digital yang telah melengkapi pembangunan gedung BKD Jatim ini.

“Dengan memohon ridho dan barokah Allah, Kantor Badan kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur saya nyatakan resmi dibuka. Mudah-mudahan memberikan manfaat yang besar baik internal maupun  eksternal untuk meningkatkan kualitas  manajemen kepegawaian Pemprov Jawa Timur. Semua tim BKD Jatim saya harap makin  bersemangat untuk meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. Dengan hadirnya  gedung baru ini, kinerja baru dan tentu produktivitas kerja baru akan terwujud lebih baik lagi,” ungkapnya.

Disampaikan  Khofifah, gedung BKD Jawa Timur yang lama merupakan aset Pemprov Jatim yang kondisi bangunannya tidak optimal terutama dalam mengakomodir kinerja pelayanan ASN.

“Fasilitas ruang kerja lama sudah mengalami penurunan kualitas dan kurang representatif dalam mendukung kinerja pelayanan BKD Jatim kepada masyarakat serta pegawai pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Pembangunan gedung milik BKD Jatim yang juga menggunakan konsep IKI (Inisiatif, Kolaborasi dan Inovasi), kata Gubernur Khofifah, maka di dalamnya harus terdapat Inisiatif, Kolaborasi dan Inovasi yang terus terpompa secara produktif. Artinya, ada sesuatu yang menggerakkan karakter ASN maupun non ASN di Pemprov Jawa Timur untuk membangun semangat baru dan membangun suasana kerja yang nyaman agar lebih inovatif dan lebih produktif bekerja melayani masyarakat.

Gedung BKD kata dia juga dilengkapi dengan perangkat-perangkat digital IT. Tentu, fasilitas ini semakin memberikan dukungan konektivitas dari seluruh kepegawaian baik ASN maupun non ASN karena semua itu menjadi bagian penting untuk bisa meningkatkan kinerja dan kompetensi ASN maupun non ASN.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Indah Wahyuni menjelaskan tahap pembangunan fisik gedung baru BKD dilaksanakan dalam 2 tahap. Pertama dilaksanakan pada 2021 dengan nilai anggaran senilai Rp 16,279 miliar dengan lingkup pekerjaan struktur 5 lantai. Sedangkan pembangunan tahap II dilaksanakan pada 2022 memiliki nilai anggaran senilai Rp 45,236 miliar dengan lingkup pekerjaan arsitektural dan mekanikal elektrikal.

“Selain itu, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur telah menyusun Detail Engineering Design (DED) gedung baru BKD Jatim pada  2020 dengan anggaran senilai Rp 1,167 miliar,” tuturnya.

Adapun gedung baru BKD Provinsi Jawa Timur dibangun di atas lahan seluas 1.646 m2 menggunakan konsep IKI. Bangunan gedung kantor utama memiliki total luasan lantai bangunan 6.406 m2 terdiri dari 5 lantai meliputi area lobby, ruang gallery, ruang kerja untuk 4 bidang dan sekretariat, aula pertemuan, ruang server, assessment center, kantin, lift termasuk ada ruang digitalisasi meliputi command center, ruang server dan laboratorium untuk melakukan tes CPNS.

Disebutkan Indah, Gedung kantor BKD dibangun untuk mendukung adanya digitalisasi pengelolaan manajemen ASN sehingga akhirnya semua kebutuhan untuk digitalisasi ada di tempat ini. “Ada command center, ruang server, ada loading room semuanya ada di sini termasuk laboratorium komputer based test sehingga ini akan mendukung adanya digitalisasi ASN,” tuturnya.

Apalagi, lanjutnya, memasuki era 5.0 maka dukungan kerja untuk ASN maupun non ASN berbasis digitalisasi dikarenakan digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan yang pada akhirnya muncul transparansi dan trust. “Dengan adanya digitalisasi semua sudah tidak bisa main-main karena rekam digitalnya itu ada semua dan tepat waktu,” ungkapnya. pri