wartadigital.id
Headline Madura

Khofifah Salurkan Bansos dan Zakat Produktif untuk Masyarakat Sumenep

Gubernur Khofifah berkesempatan membagikan telur gratis kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.

 

KAB. SUMENEP (wartadigital.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan zakat produktif bagi masyarakat Sumenep, di Taman Merdeka Kalianget, Kab. Sumenep, Selasa (26/12/2023).

Berbagai bansos yang disalurkan Gubernur Khofifah, antara lain bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Bantuan Operasional yang diserahkan kepada SDM PKH. Serta, Tali Asih Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Tali Asih Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Detailnya yaitu bantuan ASPD diserahkan untuk 5 orang penerima manfaat (PM) dengan nilai Rp 900 ribu per orang. Kemudian bansos PKH Plus/Lansia diserahkan untuk 50 PM lansia dengan nilai Rp 500 ribu/tahap.

Kemudian bantuan operasional SDM PKH Plus diserahkan untuk 50 orang penerima dengan nilai Rp 900 ribu/triwulan, lalu tali asih Tagana untuk 25 orang penerima dengan nilai Rp 750 ribu/triwulan, dan tali asih TKSK untuk 25 orang penerima dengan nilai Rp 1.500.000/triwulan.

Selain itu, pada acara ini turut diserahkan pula zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro sejumlah 100 orang penerima manfaat dengan nilai masing-masing Rp 500 ribu.

Usai kegiatan , Gubernur Khofifah mengatakan, penyaluran bantuan sosial ini merupakan bentuk akuntabilitas publik dalam penyaluran bantuan yang keseluruhannya dikelola langsung oleh Pemprov Jatim. Tidak hanya itu, penyaluran bantuan ini juga sebagai upaya untuk menguatkan ekonomi masyarakat Jawa Timur termasuk di Kab. Sumenep. “Misalnya ASPD, kita asesmen betul. Utamanya kategori disabilitas berat termasuk di dalamnya penyaluran kursi roda. Kita ukur betul, mulai dari tinggi badannya dan panjang badannya. Inilah mengapa asistensi ini tidak bisa digeneralisir,” jelasnya.

Sedangkan untuk penyaluran zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro ditegaskan Khofifah, kegiatan ini merupakan upaya untuk mengentaskan masyarakat dari jeratan rentenir.

“Memang ini tidak banyak jumlahnya. Tapi Insyaallah cukup bagi para pedagang ultra mikro seperti pedagang gorengan,  pentol ,  pedagang jeruk peras dan sebagainya. Ini adalah upaya untuk memutus mata rantai rentenir yang ada di masyarakat,” ucapnya.

Tidak hanya menyerahkan bantuan sosial dan zakat produktif saja, Khofifah menjelaskan Pemprov Jatim menggelar operasi Pasar Murah bagi masyarakat Sumenep. Operasi pasar ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Adapun komoditi yang dijual ialah beras medium seharga Rp 10.400/kg, Minyakita Rp 13.000/liter, gula pasir Rp. 14.000/kg dan telur ayam ras Rp  24.000/kg.

Sedangkan harga keempat komoditi tersebut di Sumenep ialah beras medium Rp 11.750/kg, Minyakita Rp. 15.000/liter, gula pasir Rp 16.750/kg dan telur ayam ras Rp. 27.000/kg.

Khofifah menjelaskan, acara ini sengaja digelar oleh Pemprov Jatim untuk mendekatkan daya jangkau masyarakat terhadap pemenuhan bahan pokok yang diperjual belikan pada pasar murah ini.

“Ini kita gelar sejak 1 September lalu. Ini adalah cara kami untuk mendekatkan daya jangkau masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Bisa dilihat dari harga jual bahan pokok yang jauh dibawah harga pasar,” ujarnya.

Tak hanya itu, Khofifah juga berkesempatan membagikan beras secara gratis kepada beberapa lansia. Juga membagikan telur gratis kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.

Salah satu penerima manfaat, Sarkawi (36) asal Kalianget yang telah mengabdi sebagai SDM PKH Plus (Pendamping PKH) menyampaikan bahwa dengan bantuan yang diberikan oleh Ibu Gubernur sangat meringankan beban yang ditanggunggnya. “Ini akan bermanfaat dan kami manfaatkan dengan baik. InsyaAllah ini mendukung keperluan sehari-hari kami,” ucapnya. yut

Related posts

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, ITS dan Dinas Pendidikan Sumenep Jalin Kerjasama

Calon Ibukota Baru di Kalimantan Timur Diberi Nama  Nusantara

redaksiWD

Gotabaya Rajapaksa Kabur dan Mengundurkan Diri, Sri Lanka Mulai Memilih Presiden Baru

redaksiWD