Khofifah Sebut Jatim Siap Tampung 1.000 Korban Genosida Israel

Bakal Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa siap menampung 1.000 korban genosida Israel di pesantren-pesantren yang ada di Jatim.

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Bakal Calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa siap menampung 1.000 korban genosida Israel di pesantren-pesantren yang ada di Jatim. Hal itu disampaikan langsung Khofifah kepada Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Jadi sebetulnya kemarin ketika saya sowan Pak Prabowo, saya menyampaikan bahwa saya ingin ikhtiar pemerintah Indonesia untuk membantu korban luka-luka dari Palestina 1.000 orang,” kata Khofifah usai mendapat dukungan Pilgub Jatim di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2024).

Untuk merealisasikan hal itu, Khofifah mengaku telah lama berkomunikasi dengan para kiai hingga pengasuh pesantren yang ada di Jawa Timur. Tujuannya, untuk meminta kesediaan bantuan korban agresi militer Israel berupa penghidupan, pendidikan, hingga kesehatan.

Apalagi, kata Khofifah, sebagian besar pendidikan berbasis agama di Jawa Timur menerapkan sistem boarding school seperti pesantren. Ia menuturkan, bantuan dengan bentuk itu juga pernah dilakukan kepada anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. “Sehingga kalau untuk anak-anak misalnya, tentu dengan prosedur yang akan diikuti oleh pemerintah ya, sifatnya kalau pesantren siap menerima untuk mendidik mereka. Jadi kalau sampai 1.000 anak Insya Allah itu jumlah yang tidak terlalu berat untuk bisa dididik di pesantren-pesantren di Jawa Timur. Jadi posisi untuk bisa memberikan bantuan apa yang bisa kami lakukan, kami ikhtiarkan, Insyaallah kami akan membangun sinergi sebaik mungkin, semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Saat ini, konflik antara Israel dan Palestina mencapai titik yang sangat kritis sehingga menimbulkan korban dan sekaligus mengancam kehidupan ribuan warga sipil di Gaza . Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tak bisa diabaikan dan memerlukan respons darurat. Pemerintah Indonesia merencanakan untuk mengevakuasi 1.000 warga Palestina ke Indonesia. sin