
SURABAYA (wartadigital.id) – Perekonomian Jawa Timur tetap tumbuh kuat dan menjadi tertinggi di Pulau Jawa secara kumulatif hingga triwulan II 2026. Secara kumulatif hingga triwulan II 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,84% (ctc), menjadi pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa.
Pada Agustus 2026, inflasi Jawa Timur tetap terkendali sebesar 0,34% (mtm), dengan inflasi tahunan sebesar 3,32% (yoy), dan masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5% ± 1%. Prospek inflasi tahun 2026 diperkirakan tetap terkendali di rentang sasaran nasional 2,5±1%.
Meski ekonomi Jatim memiliki fundamental yang solid, untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi & berkelanjutan, Jatim membutuhkan peningkatan investasi produktif dan proyek-proyek dengan multiplier effect tinggi. “Dibutuhkan Creative Financing untuk pembiayaan infrastruktur di Jatim,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim dalam kegiatan Media Briefing Triwulan III Tahun 2026 di GKN Surabaya I, Jl. Indrapura No. 5 Surabaya, Rabu (16/9/2026) yang diselenggarakan Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) .
Kegiatan dilaksanakan dengan tema “Memperkuat Resiliensi dan Stabilitas melalui Sinergi Kebijakan dan Intermediasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kepercayaan Masyarakat Jawa Timur”, menjadi sarana penyampaian perkembangan terkini perekonomian, sektor jasa keuangan, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter di Jawa Timur kepada insan media dan masyarakat. Dalam kesempatan itu lima narasumber dihadirkan untuk menyampaikan materi.
Untuk mendorong keberlanjutan pembangunan di Jawa Timur, terdapat skema pembiayaan Non APBN/D antara lain KPBU/Swasta, ataupun pembiayaan BUMD berdasarkan UU No. 1/2022 tentang HKPD (Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah).
“Pemerintah Jawa Timur melakukan transformasi fiskal melalui tiga pendekatan, salah satunya optimalisasi Creative Financing untuk pembiayaan infrastruktur seperti KBPU/Swasta, BUMD, Dana Abadi, Blended Finance, maupun obligasi daerah,” kata Ibrahim.
Bagaimana potensi Creative Financing di Jatim? Menurut Ibrahim sangat terbuka luas ditopang daya saing Jatim yang juga tinggi. Jatim teridentifikasi sebagai daerah dengan indeks daya saing investasi yang tinggi dan investasi penanaman modal yang tinggi. Hal ini menjadi modal strategis mendorong partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur sehingga mendorong kapasitas pembiayaan dan mengurangi ketergantungan pada APBD.
Ibrahim lantas mengungkap success story implementasi Creative Financing di Jatim dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Salah satunya adalah pembangunan SPAM Umbulan. Struktur KPBU dalam pembangunan SPAM Umbulan menggunakan mekanisme user charge payment yang dikombinasikan denganVGF (Viability Gap Fund). Kemudian Pemprov Jatim bekerjasama dengan Badan Usaha Pelaksana (PT Meta Adhya Tirta) untuk membangun dan mengoperasikan SPAM. BUP (Badan Usaha Pelaksana) kemudian didanai oleh PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) dan PT IIF (Indonesia Infrastructure Finance), dan didukung VGF oleh Kemenkeu dan dukungan konstruksi PUPR, serta penjaminan oleh PT PPI (risiko monthly payment dan terminasi selama 15 tahun). Pemprov Jatim memiliki kewajiban finansial atas risiko default dari sisi offtaker/PDAM kepada PII jika PII harus mencairkan klaim penjaminan. “Mekanisme yang sama juga dilakukan untuk pembangunan APJ (Alat Penerangan Jalan) oleh Kabupaten Madiun,” katanya.
Dijelaskan Ibrahim, dalam pembangunan APJ itu struktur KPBU menggunakan mekanisme availability payment yang dibayar langsung oleh Pemkab Madiun. Pemkab Madiun bekerjasama dengan BUP (PT Tri Tunggal Madiun Terang) untuk menyediakan layanan penerangan jalan di mana BUP memperoleh pembiayaan sendiri dari BLKB, maupun ekuitasnya. BUP juga memperoleh penjaminan dari PT PPI. Selanjutnya BUP akan menerima pembayaran melalui PT PLN yang menyalurkan Pajak Penerangan Jalan (PPJ).
Dijelaskan Ibrahim, sejumlah proyek di Jatim saat ini sedang berprogress dilakukan pembiayaan melalui KPBU. Proyek tersebut sedang berprogress menggunakan skema KPBU sebagai alternatif Creative Financing. Seluruh proyek KPBU dimaksud masih berada pada tahap perencanaan, identifikasi, dan penyiapan, sehingga Badan Usaha Pelaksana (BUP) belum ditetapkan secara definitif. Pada tahap perencanaan dan identifikasi, proyek masih dalam proses penyusunan studi kelayakan serta kajian kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pembiayaan proyek. Sementara itu, tahap penyiapan merupakan tahapan penawaran proyek kepada calon BUP guna menjaring minat pasar sebelum memasuki proses transaksi.
Dikatakan Ibrahim, Pemprov Jatim juga memberikan rekomendasi alternatif pembiayaan bagi 10 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam Perpres 80/2019 di Jawa Timur beserta alternatif pembiayaan yang disarankan oleh Pemprov. Alternatif bervariasi sesuai karakteristik sektor.
Juga terdapat 19 proyek lainnya di Jatim yang merupakan proyek potensial untuk dapat dibiayai melalui skema Creative Financing. Di antaranya Pengembangan Terminal Bus Tipe A Purabaya, Pembangunan Bromo Volcano Eco Safari, Sport Center Mojokerto, Semen Gresik New Town, Pengembangan Susu Sapi Pasuruan, North Surabaya Regional Hospital Development. nti





