wartadigital.id
Ekbis Headline

Lahan KIH Disiapkan148 Hektare, Pemprov Jatim Siap Fasilitasi Pembiayaan

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi bakal Kawasan Industri Halal (KIH) yang dibangun di Safe ‘n’ Lock Eco Industrial Park Sidoarjo beberapa saat lalu.

 

Jatim sebentar lagi memiliki Kawasan Industri Halal di Sidoarjo.  Para Industri Mikro Kecil Menengah (IMKM) didorong segera beroperasi di kawasan tersebut sehingga mampu mendorong perkembangan industri produk halal  dan membuat pelaku IKM semakin menguasai pasar domestik maupun pasar ekspor.

 

Pemprov Jatim mendorong kalangan IKM untuk mengembangkan usaha di Kawasan Industri Halal (KIH) yang berada di Sidoarjo. Kehadiran industri halal tersebut diharapkan dapat menjadi tulang punggung tumpuan bisnis masa depan mengingat Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia, termasuk di Jatim.

Dengan luas area 148 hektare dari total luas area sebesar 410 hektare, KIH Sidoarjo yang lebih dikenal dengan nama SAFE and LOCK Halal Industrial Park (HIP) dikembangkan oleh PT Makmur Berkah Amanda Tbk dan saat ini masih dalam tahap awal pembangunan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov  Jatim Jumadi menambahkan, KIH merupakan satu-satunya dan yang pertama di Indonesia. “Ini satu-satunya di Indonesia yang IKM bisa memiliki building di kawasan terintegrasi,” kata dia kemarin.

Dengan jumlah penduduk Indonesia 90 persen lebih Muslim, ia optimistis KIH memiliki pasar yang luar biasa. Apalagi saat ini produk halal sudah menjadi gaya hidup bukan hanya warga Muslim.

“Global pasarnya sudah luar biasa. Halal saat ini jadi lifestyle karena seluruh masyarakat dunia sekarang pakai itu. Ekosistem halal punya potensi yang besar, kita sudah punya aktif market,” terangnya.

KIH ini adalah suatu area yang dikhususkan untuk produksi maupun tempat penyimpanan produk halal, di mana integritas suatu produk halal dijamin oleh kawasan melalui sistem dan prosedur halal yang ketat.

KIH ini sendiri memiliki fasilitas seperti sertifikasi halal, laboratorium halal dan segala sesuatu terkait penguatan IKM yang akan memudahkan industri produk halal untuk berkembang.

Direktur Utama PT Makmur Berkah Amanda  Tbk, sekaligus Owner Safe N Lock Adi Saputra menjelaskan pihaknya saat ini terus mengebut progres pembangunan kawasan industry halal. Pihaknya menargetkan pada akhir Juli 2021 pembangunan tahap 1A sudah selesai dan bisa diresmikan. “Sekarang sedang dikebut progres pembangunannya. Rencana Agustus 2021 ini akan diresmikan oleh Wapres,” katanya seraya menyebut dari seluruh total industri, 70% untuk IKM dan UMKM dan 30% mixing.

Guna mendorong percepatan IKM beroperasi di KIH, berbagai stimulan diberikan.  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bekerjasama dengan PT Makmur Berkah Amanda Tbk  mendukung percepatan operasional KIH melalui penyediaan fasilitas pembiayaan kepada konsumen Halal Industrial Park Sidoarjo. Bertempat di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Bank Jatim melalui Unit Usaha Syariah (UUS) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT Makmur Berkah Amanda Tbk.

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha menyampaikan untuk memberikan kemudahan bagi para IMKM agar dapat segera beroperasi di kawasan tersebut.  Bank Jatim siap memberikan fasilitas pembiayaan kepada konsumen Halal Industrial Park Sidoarjo. “Dengan adanya fasilitas pembiayaan dari Bank Jatim, diharapkan IMKM Jawa Timur dapat menggunakan kawasan Halal Industrial Park Sidoarjo sehingga usahanya dapat berkembang dengan pesat. Selain itu diharapkan juga kapasitas produksi dari produk halal Indonesia bisa meningkat secara signifikan & terintegrasi, semakin berkualitas, serta berdaya saing global” ujar Ferdian.

Dijelaskan Ferdian, untuk menunjang peningkatan nilai tambah dari produk IMKM, nantinya akan dibangun sarana & prasarana one stop solution dari proses produksi sampai dengan pemberian sertifikasi halal. Hadirnya kawasan ekonomi khusus serta kemudahan proses sertifikasi halal tentunya menjadi kunci perkembangan KIH di Indonesia. Dengan adanya industri halal, pemerintah juga berharap perbankan dapat memberikan dukungan kepada IMKM sehingga nantinya produk – produk tersebut bisa diekspor ke pasar global sebagai salah satu wujud pemulihan ekonomi nasional.

Pemkab Sidoarjo menyediakan kredit usaha bagi para pelaku UMKM dengan bunga yang sangat ringan yakni 0,25 persen per bulan. Hal itu dilakukan agar para pelaku UMKM bisa masuk ke Kawasan Industri Halal (KIH) Sidoarjo.

Sekdakab Achmad Zaini mengatakan pengadaan kredit bagi pelaku UMKM bernama Kredit Usaha Rakyat Daerah Sidoarjo Yang Gemilang (Kurda Sayang) bekerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Delta Artha Kabupaten Sidoarjo. Kerjasama itu dilakukan untuk mendukung kebangkitan ekonomi.

“Ini semata-mata untuk mendukung industri halal ini. Kami berharap UKM di Sidoarjo mengambil fasilitas itu untuk meningkatkan produktivitasnya. Kemudian jika cash flow sudah baik silahkan masuk ke kawasan industri halal itu,” katanya. ttw, hdi

 

 

 

Related posts

Pelajar SMP yang Hafal Kitab Suci Bisa Daftar PPDB Jalur Prestasi

redaksiWD

Gandeng Pihak Terkait, BPJS Kesehatan Gerak Cepat Tangani Kasus Kebocoran Data

redaksiWD

Dukung Pemerintah Capai 23% EBT, PLN Jatim Percepat Pembangunan PLTM

redaksiWD