wartadigital.id
Headline Surabaya

Cetak Sejarah, ITS Kukuhkan 10 Guru Besar Baru Sekaligus


Prosesi pengukuhan Guru Besar ITS yang berlangsung hybrid disiarkan langsung.

SURABAYA (wartadigital.id) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat sejarah. Untuk pertamakalinya,  ITS kembali mengukuhkan sekaligus 10 guru besar atau profesor baru dari berbagai bidang disiplin ilmu dalam Orasi Ilmiah Pengukuhan Profesor ITS yang dihelat oleh Dewan Profesor ITS, Rabu (31/3/2021).

Prosesi pengukuhan yang digelar secara luring ini juga disiarkan langsung melalui media resmi Youtube ITS TV. Dalam acara yang berlangsung hampir lima jam ini masing-masing profesor baru itu memaparkan orasi ilmiah hasil penelitian yang telah dilakukan sebagai bentuk kontribusinya pada masyarakat.

Prof Dr pol Heri Kuswanto SSi, MSi yang baru menginjak 39 tahun menjadi profesor pertama yang dikukuhkan dengan bidang keahlian statistika dari Departemen Statistika, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD). Dalam orasi ilmiahnya, dosen kelahiran Gresik ini mengangkat pemanfaatan komputasi statistik sebagai solusi untuk mengatasi ketidakpastian di era big data. Prof Heri menyampaikan, agar ke depannya pendekatan ensemble dapat diimplementasikan pada berbagai bidang keilmuan.

Melalui pengukuhan ini, bertambah pula guru besar dari Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS). Yakni Prof Setiyo Gunawan ST PhD dari Departemen Teknik Kimia, memaparkan orasi ilmiahnya terkait pemanfaatan batch-wise solvent extraction dan minyak nyamplung untuk mendorong ekonomi hijau dan kawasan industri halal Indonesia. Pada orasi ilmiahnya, Kepala Pusat Kajian Halal ITS ini menyoroti perlunya melestarikan kembali hutan mangrove Indonesia dengan membudidayakan pohon nyamplung dan mengolah bijinya menjadi produk yang lebih berharga.

Selanjutnya, Prof Dr Dra Mardlijah MT yang berangkat dari Departemen Matematika FSAD memaparkan orasinya mengenai implementasi matematika terapan untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Peranan matematika terapan dalam bidang energi baru terbarukan ini beliau aplikasikan pada pengoptimalan panel surya dengan menggunakan Solar Tracker T2F5MC serta dimanfaatkan dalam peningkatan signifikansi pertumbuhan bio energi mikro alga.

Berikutnya, Prof Dr Enny Zulaikah MP dari Departemen Biologi FSAD, mengangkat topik orasi terkait pemanfaatan bakteri untuk kesejahteraan manusia dan kemajuan teknologi. Pencemaran logam berat dan masalah lahan gambut menjadi permasalahan yang belum mampu diselesaikan dengan tuntas. Salah satu alternatif untuk penyelesaian masalah tersebut adalah dengan menggunakan bakteri. Dalam penelitian yang beliau lakukan digunakan bakteri pendekomposisi lahan gambut yang bersifat biodegradasi untuk serat gambut serta bakteri beton.

Dari Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ada Prof Aries Sulistyo ST MA Sc PhD yang mengangkat topik orasi mengenai simulasi dinamika kapal untuk membantu keselamatan dan kenyamanan penumpang dan muatan kapal di laut. Kecelakaan kapal di laut harus dihindari karena banyak mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material. Melalui penelitian simulasi dinamika kapal ini diharapkan dapat mengurangi kecelakaan kapal akibat human error.

Selanjutnya, Prof Ir Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah MEng PhD, dalam orasi ilmiahnya memaparkan tentang pengaplikasian free piston liner engine pada teknologi hybrid. Konsep dari free piston linear engine adalah untuk mengurangi kerugian mekanik yang diatasi dengan menghilangkan gerakan putar atau rotasi. Disebutkan oleh dosen Departeman Teknik Sistem Perkapalan FTK ini bahwa pengkombinasian antara teknologi hybrid dan free piston linear engine dapat mencapai potensi maksimal dibandingkan penggunaan combustion engine konvensional.

Sementara, Prof Erma Suryani ST MT PhD dari Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) memodelkan driven decision support systems untuk meningkatkan kinerja sistem transportasi industri pertanian. Sistem pendukung keputusan berbasis model, berfokus pada akses untuk memanipulasi model simulasi yang output-nya dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Model ini diproyeksikan untuk meningkatkan kinerja sistem dalam pemetaan urban transportation planning.

Sedangkan Prof Dr Ir I Ketut Suastika MSc, ahli bidang ilmu hidrodinamika yang juga dari Departemen Teknik Perkapalan FTK membawakan topik orasi mengenai peran dinamika fluida komputasi dalam riset dan inovasi teknik perkapalan untuk kemajuan bangsa. Dinamika fluida komputasi, menurutnya, memegang peranan yang sangat penting baik dalam analisis ataupun desain pada hidrodinamika kapal.

Guru besar Departemen Teknik Elektro FTEIC bertambah dengan dikukuhkannya Prof Dr Ir Soedibyo M MT. Ia menyampaikan orasinya mengenai rekayasa EBT pada daerah terpencil untuk meningkatkan rasio elektrifikasi secara merata di Indonesia. Guna meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia, dalam penelitiannya digunakan teknologi hybrid yang mengombinasikan beberapa energi angina, surya, dan sel bahan bakar. Teknologi tersebut dilengkapi dengan electrolyzer, hydrogen storage, serta converter sebagai alat pendukung.

Terakhir, dari Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian (FTSPK) ada Prof Dr Ir Ria Asih Aryani Soemitro MEng yang memaparkan orasi ilmiahnya tentang penerapan prinsip tanah tidak jenuh untuk analisis kestabilan infrastruktur. Tanah tidak jenuh memiliki fase interaksi antara udara dan air, fase ini menyebabkan perbedaan antara tegangan air pori dan tegangan pori udara. Kestabilan akan terjaga apabila karakteristik tanah awal tidak berubah. Menurutnya, melalui analisis kestabilan infrastruktur ini dapat diketahui angka aman dari suatu infrastruktur.

Ketua Dewan Profesor ITS Prof Dr Ir Imam Robandi MT dalam sambutannya menyatakan kebahagiaannya dengan dikukuhkannya kesepuluh profesor kali ini yang menggenapi jumlah profesor ITS menjadi 142 orang. Profesor yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MDGB PTN-BH) mengamanatkan, agar Dewan Profesor dapat terus melakukan inovasinya untuk bersama-sama memberikan kontribusi pada almamater ITS tercinta. Pengukuhan ini juga merupakan yang pertama di masa kepemimpinan Imam Robandi di CDewan Profesor ITS.

Pada kesempatan yang sama, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng juga berpesan agar para profesor baru tersebut dapat meningkatkan dan mengembangkan pendidikan di ITS sendiri. “Meningkatnya jumlah profesor ini juga sebagai bukti bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki ITS juga meningkat (kualitasnya),” ungkap guru besar Teknik Elektro tersebut.

Pada akhir sambutannya, Ashari mengungkapkan harapannya agar semakin meningkat jumlah mahasiswa ITS di tingkat pascasarjana, seiring dengan peningkatan jumlah profesor kali ini.  Ashari juga mendorong agar prestasi mahasiswa ITS bisa meningkat lebih jauh lagi dengan semakin meningkatnya jumlah profesor di ITS. “Saya berharap kontribusi kita kepada bangsa secara umum, turut serta dapat terus ditingkatkan,” tandasnya menyemangati. tri

Related posts

Penerapan PPKM Mikro Hari Pertama, Satu Dusun di Blitar Dilockdown

redaksiWD

Ayah Miliki Peran Penting dalam Pola Asuh Anak

redaksiWD

Tiga Hari 8.293 Orang Dites Antigen, Hasil Swab PCR 53 Orang Positif

redaksiWD