Landed House Masih Jadi Primadona  Penjualan Properti di Jatim

Pembuka pameran properti AREBI Jatim Expo 2022 di Ciputra World Surabaya digelar mulai 31 Oktober hingga 6 November 2022.

 

SURABAYA (wartadigital.id) –  Rumah tapak (landed house) masih menjadi primadona penjualan properti pada 2022. Hal ini dipicu oleh konsumen yang baru pertama kali membeli rumah atau first time home buyer  lebih meminati rumah ketimbang apartemen.

Bacaan Lainnya

Ketua AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) Jatim Budiono Yuwono menjelaskan  konsumen yang merupakan orang-orang yang baru pertama kali punya rumah, jumlahnya akan lebih dominan.  Dan mereka lebih meminati landed house.

“Di AREBI Jatim penjualan landed house juga lebih diminati tahun ini,” kata Budiono Yuwono di sela-sela pembukaan pameran properti AREBI Jatim Expo 2022 di Ciputra World Surabaya, Senin (31/10/2022) petang.

Untuk menggairahkan pembelian properti, AREBI Jatim menggelar pameran properti yang berlangsung di Ciputra World Surabaya mulai 31 Oktober hingga 6 November 2022. Menggandeng puluhan pengembang, pameran ini membidik semua segmen mulai dari low hingga high.

Sederet alasan mengapa landed house lebih diminati. Di antaranya karena sertifikat kepemilikan tanah bukan merupakan hak milik bersama atau strata title melainkan hak milik atas nama pribadi.  Harga yang tak berbeda jauh antara landed house dan apartemen juga jadi pertimbangan. Selain itu karena alasan investasi. Landed house akan punya nilai yang jauh lebih tinggi untuk dijual kembali di kemudian hari. “Sebagai investasi akan lebih tinggi nilainya karena tanah pribadi,” katanya.

Budiono menyebut ancaman resesi global yang ramai diprediksi datang pada 2023 tidak akan berdampak pada sektor properti di Indonesia.   Properti masih jadi salah satu pilihan investasi yang baik di tengah kondisi ekonomi saat ini. Harga properti diproyeksi akan meningkat tahun depan seiring peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB). “Properti masih  mendatangkan cuan di tengah perkiraan resesi global tahun depan,” katanya.

Dijelaskan Budiono saat ini bunga KPR bank masih rendah di angka 3,5-4%, lain dengan dulu hingga berada di angka 11-12%. Harga jual properti saat ini juga belum mengarah ke harga normal sebelum pandemi Covid-19. Banyak pengembang memberikan stimulus bagi para konsumennya untuk lebih menggaet pasar. Kondisi ini jelas menjadi momentum yang tepat untuk berinvestasi properti.

Pameran properti AREBI Jatim Expo 2022 di Ciputra World Surabaya digelar mulai 31 Oktober hingga 6 November 2022.

 

Dewan Kehormatan AREBI Jatim Daniel Sunyoto mengakui untuk saat ini penjualan landed house masih mendominasi penjualan properti di Jatim. Sedangkan di kota-kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo dan Gresik ruko dan apartemen masih memiliki daya tarik. Selain penjualan rumah baru, pasar rumah bekas (secondary market) saat ini juga menggeliat. “Komposisi penjualan rumah baru dan bekas 50:50,” katanya.

Daniel menjelaskan penjualan properti pasca pandemi mulai pulih. Pasar terbuka luas. Apalagi para pengembang belum menaikkan harga, bunga KPR saat ini masih rendah karena efek kenaikan bunga acuan BI tidak akan langsung terlihat. Karena itu saat ini  menjadi momentum yang tepat untuk memilih properti sebagai salah satu instrumen investasi.

Sekjen DPP AREBI Pusat Sulihin menjelaskan di Jabodetabek saat ini terjadi lonjakan pembelian properti mulai dari rumah, ruko hingga apartemen. Dia memperkirakan kondisi ini akan terus terjadi pada tahun depan di tengah prediksi ancaman resesi global. “Untuk sektor properti tahun depan saya rasa masih aman,” katanya.

Dia melihat sektor properti tahun ini terus tumbuh positif dan tidak akan mengalami kemunduran. Pasalnya, market di pasar properti ini beragam.  Secara umum ada dua konsumen yang mendominasi pasar properti selama ini yaitu end user dan market investor. Menurutnya, pertumbuhan properti akan terdorong oleh keduanya karena properti merupakan salah satu aset instrumen yang terbaik saat ini. nti