wartadigital.id
Headline Nasional

Lebih Mahal dari AstraZeneca, Jokowi Disarankan Renegosiasi Harga Sinovac

Vaksin Sinovac buatan Tiongkok yang banyak digunakan di Tanah Air.

JAKARTA (wartadigital.id)  – Kritikan soal keputusan Presiden Joko Widodo  (Jokowi)  membeli vaksin Sinovac terus mengalir. Dosen Universitas Katolik Santo Thomas di Medan, Henrykus Sihaloho juga ikut  mempertanyakan alasan Jokowi membeli vaksin yang lebih mahal dari vaksin AstraZeneca.

Henrykus kemudian menyarakan agar Jokowi meminta untuk melakukan renegosiasi harga vaksin. Targetnya minimal harga vaksin Sinovac sama dengan harga AstraZeneca.

“Pak Jokowi bisa minta Pak Rizal Ramli yang akan pakai senjata Trisakti merenegosiasi harga vaksin minimal seharga AstraZeneca seraya ingatkan Tiongkok jangan bisnis vaksin di masa pandemi,” demikian kata Henrykus, Minggu (8/8/2021).

Minggu lalu Henrykus meminta pemerintahan Jokowi menindaklanjuti dua orang yakni Carina Citra Dewi Joe dan Indra Rudiansyah. Mereka merupakan dua peneliti asal Indonesia yang ikut dalam pengembangan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca

Henrykus menyarankan Jokowi untuk segera bertindak demi mendapatkan vaksin itu dalam jumlah yang cukup. Selain karena ada keterlibatan WNI, vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca juga kerap disebutkan memiliki efikasi yang lebih tinggi dari vaksin Sinovac buatan Tiongkok yang banyak digunakan di Tanah Air.

“Mengapa kita membeli vaksin yang jauh lebih mahal tetapi memiliki efikasi yang rendah?” tanya Henrykus.

Kritik soal pilihan membeli vaksin Sinovac juga dilontarkan Komite Eksekutif Koalisi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gde Siriana Yusuf. Bahkan Gde mendorong ada badan audit khusus anggaran vaksinasi sebanyak Rp 10 triliun yang dicairkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI).

Kekhawatiran Gde Siriana terhadap penggunaan anggaran Rp 10 triliun untuk membeli 53,9 juta dosis vaksin karena melihat nillai yang dikeluarkan tidak sedikit.

Hitung-hitungan Gde Siriana, harga vaksin AstraZeneca jauh lebih murah dari Sinovac, yakni sebesar 3-4 dolar Amerika Serikat atau setara Rp 43.222 hingga Rp 57.620 saja per dosisnya (kurs Rp 14.479 per dolar Amerika Serikat).

Dijelaskan Gde Siriana, ada anggaran sejumlah Rp 633,8 miliar untuk tiga juta dosis vaksin Sinovac yang tiba pada akhir 2020 lalu. Dari situ, ia mengkalkulasi harga per satu dosis vaksin Sinovac adalah Rp 211.267. rmo

Related posts

Politikus PKB Jadi Gembong Narkoba, Dibekuk BNN Bawa Sabu 25 Kg

redaksiWD

1.000 Ibu Hamil di Surabaya Mendapatkan Vaksinasi Covid-19

redaksiWD

PLN Siap Pasok Listrik 678 MW ke Kilang Tuban Pertamina Rosneft

redaksiWD